TNI Bersama Bangladesh dan Nepal Latih Tentara Kongo Taktik Perang Modern

Jakarta, IDM - TNI dari Satgas Indo RDB XXXIX-F, yang beroperasi di bawah misi perdamaian Monusco di Republik Demokratik Kongo (RDC), bersama trainer dari Kontingen Bangladesh dan Kontingen Nepal melaksanakan program pelatihan untuk Tentara Nasional Kongo (FARDC).
Dilansir dari keterangan Puspen TNI, Senin, (24/6) TNI mengirim Kapten Arm Riza Hasbi Ash sebagai Training Officer dari Satgas Indo RDB XXXIX-F Monusco Kongo. Dengan latar belakang pendidikan teknik tingkat, Kapten Arm Riza Hasbi Ash berhasil menerapkan pendekatan efektif dalam menyampaikan materi pelatihan kepada personel FARDC.
Baca Juga: KRI Frans Kaisiepo Tiba di Kinabalu, Siap Ikuti Malindo Jaya 2024
"Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting seperti taktik militer modern, penggunaan peralatan terbaru, serta manajemen logistik dan komunikasi. Kolaborasi ini bertujuan membangun kemampuan pasukan Kongo dalam menghadapi tantangan lapangan yang kompleks," kata Kapten Arm Riza Hasbi Ash.
Ia mengatakan kegiatan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian di RDC, dengan harapan dapat meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: KRI Kerambit dan OPV INS Saryu Latihan Bersama di Selat Malaka
“Kami berkomitmen untuk mendukung pembangunan kapasitas Tentara Nasional Kongo dengan transfer pengetahuan dan keterampilan praktis,” kata Kapten Arm Riza Hasbi Ash S. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































