TNI Bentuk Satgas Penanggulangan Karhutla, Ini Fungsinya

Jakarta, IDM – TNI membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Apel gelar satgas tersebut dipimpin Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsda M. Taufik Arasj di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (28/7).
Apel dilaksanakan sebagai wujud kesiapan personel, alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta sarana pendukung dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: Belajar di AS, Tujuh Personel TNI AU Dalami Penanganan Ancaman Bahan Peledak
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Waasops Panglima TNI, ditekankan bahwa peran TNI menjadi bagian penting dalam mendukung penanggulangan karhutla secara terpadu, mulai dari pencegahan hingga pemulihan pascabencana.
“Kehadiran TNI harus mampu memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana,” ujar Marsda M. Taufik membacakan amanat Panglima TNI, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI.

Panglima TNI juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan sinergi, koordinasi, dan dedikasi seluruh personel, Satgas Penanganan Karhutla Tahun 2026 akan mampu menjalankan tugas secara optimal.
Baca Juga: TNI Ikut Urus Ketahanan Pangan, Jenderal Maruli: Kami Hanya Bantu, Bukan Ingin Memiliki
“Saya yakin, dengan kerja sama yang solid dan koordinasi yang baik, Satgas Penanganan Karhutla Tahun 2026 akan mampu melaksanakan tugas secara optimal demi melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung ketahanan nasional,” kata Panglima TNI.
Adapun Satgas Penanganan Karhutla 2026 terdiri dari prajurit elite tiga matra.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































