TNI Bantu Anak Sekolah Lintasi Sungai Mutis dengan Bergelantungan

Jakarta, IDM - Prajurit TNI personel Satgas Yonkav 6/Naga Karimata membantu menyebrangkan anak sekolah melintasi Sungai Mutis di Desa Noepesu Kab. TTU, Prov. Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Dapat Tugas Kawal Kedatangan Fregat FREMM, Laksma Bimoaji Resmi Lepas Jabatan Danguskamla III
Dilansir dari postingan video di instagram resmi Dispenad, @tni_angkatan_darat, Sabtu, (10/8) tampak para prajurit ini sudah menunggu kedatangan anak-anak sekolah tersebut di pagi hari. Menggunakan alat safety yang lengkap, anak-anak tersebut dituntut dan dengan seutas tali kabel mereka bergelantungan, anak-anak tersebut digendong dalam dekapan kuat para prajurit ini.

"Jembatan penyebrangan Sungai Mutis, saat ini sedang dalam tahap pembangunan yang juga dilakukan oleh para prajurit Yonkav 6/NK. Pembangunan tersebut bukan sekadar struktur fisik, tetapi simbol harapan dan kemajuan," tulis keterangan Dispenad.
Diharapkan dengan adanya akses berupa jembatan, nantinya warga dapat dengan mudah berinteraksi, berdagang, dan mendapatkan akses ke pendidikan dan kesehatan. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































