TNI Bangun Pos Komando Taktis di Distrik Kuwayage Papua Pegunungan

Jakarta, IDM - Untuk menjaga kondusifitas keamanan wilayah di Papua, Komando Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III bersama masyarakat sekitar, membangun Pos Komando Taktis (Kotis) di Distrik Kuwayage Kabupaten Lany Jaya Provinsi Papua Pegunungan.
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, membeberkan pembangunan ini juga dilakukan untuk menjaga kedaulatan NKRI.
Bambang memimpin langsung ekspedisi penerbangan komersil perdana ke Distrik Kuwayage Kabupaten Lany Jaya Provinsi Papua Pegunungan.
Bambang mengatakan bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto dikirimkan langsung melalui pesawat jenis caravan.
Baca Juga: Prajurit Dislambair Kuasai Teknik Angkat Benda Laut Pakai Kantong Khusus
Pesawat tersebut memuat bantuan sembako, pakaian hingga lampu tenaga surya.
Bambang menyebut pendaratan perdana pesawat caravan yang membawa berbagai bantuan merupakan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kondusifitas di Papua.
“Alhamdulillah, keberhasilan kita melakukan pendaratan perdana ini, Insya Allah menjadi momentum untuk membangun jembatan menuju kemakmuran dan kemandirian sosial ekonomi saudara-saudara kita di Papua Pegunungan,” ucap Bambang saat dihubungi wartawan, yang dikutip Senin, (22/9).
“Kami dan kita semua tentunya patut berbahagia, ketika dapat membuka isolasi geografis yang selama ini membelenggu harapan saudara-saudara kita di Pegunungan Papua, yang memiliki impian tinggi dalam hidupnya,” tambahnya.
Baca Juga: Angkatan Udara AS Tukar Pengalaman Pengoperasionalan Dump Truck ke TNI AU
Bambang memastikan pintu gerbang menuju dunia luar di Distrik Kuwayage Kabupaten Lany Jaya Provinsi Papua Pegunungan kini terbuka lebar.
Sehingga masyarakat dapat segera mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan dan peluang untuk menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat serta daerah.
“Insya Allah, abdi negara lainnya antara lain tenaga kesehatan, guru, aparatur pemerintahan termasuk BGN yang menangani program MBG, akan segera masuk ke Distrik Kuwayage Kabupaten Lany Jaya Provinsi Papua Pegunungan,” tegas Bambang.
Saat menyalurkan bantuan sembako, pakaian dan alat penerangan tenaga surya dari Prabowo ke masyarakat sekitar Kotis, Bambang juga memberi petuah kepada Satgas Yonif 408 Suhbrastha yang menempati Kotis Distrik Kuwayage Kabupaten Lany Jaya Provinsi Papua Pegunungan.
Baca Juga: KSAL Tinjau Fasilitas Puspenerbal di Lanudal Juanda, Ungkap Sejarah hingga Edukasi Penerbangan
Jenderal bintang 3 ini menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras dan disiplin yang ditunjukkan prajurit Satgas Yonif 408, meski harus berhadapan dengan keterbatasan logistik, medan yang berat, dan cuaca yang tidak bersahabat.
Bambang mengingatkan Satgas Yonif 408 Suhbrastha agar menjaga komitmen TNI sebagai perpanjangan tangan negara, yang senantiasa hadir dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dan bumi Cendrawasih.
“Kami ingatkan bahwasanya menjaga dan merawat kedaulatan negara tak hanya dilakukan lewat pendekatan militer, namun juga TNI lakukan melalui pendekatan humanis yang menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat Papua,” pungkas Bambang. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































