HANKAM

TNI AU Ungkap Penyebab Sukhoi Su-30 Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Pesawat Sukhoi TNI AU
Pesawat Sukhoi TNI AU yang tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengonfirmasi insiden yang melibatkan pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (24/8).

Nyoman menjelaskan, insiden terjadi saat pesawat menjalani rangkaian uji penerbangan (test flight) setelah menyelesaikan pemeliharaan tingkat berat (overhaul). Dalam rangkaian pengujian tersebut, pesawat melaksanakan pemeriksaan berupa simulasi lepas landas (take off) di landasan.

Baca Juga: Cerita Prajurit Hidupkan Lahan Mati: Dari Sarang Ular hingga Panen Dua Ton Edamame

Namun, saat memasuki tahap pengereman, terjadi kendala teknis pada sistem pengereman sehingga tidak berfungsi secara maksimal. “Saat melaksanakan pengereman terjadi kendala teknis pada sistem pengereman tidak berfungsi secara maksimal yang berakibat pesawat keluar 30 meter dari batas ujung landasan,” jelas Nyoman dalam keterangannya, Senin (24/8).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Nyoman memastikan pesawat beserta seluruh awak dalam kondisi aman. Pesawat selanjutnya ditarik menuju hanggar perawatan untuk menjalani pemeriksaan dan dipersiapkan untuk melaksanakan pengujian berikutnya.

Baca Juga: Gelar Kompetisi, Satsiber TNI Jaring Kemampuan Siber Sipil untuk Direkrut

Sebelumnya, video yang memperlihatkan pesawat tempur Sukhoi keluar dari landasan beredar di media sosial. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WITA di sisi barat landasan pacu (runway) 13 Bandara Sultan Hasanuddin.

Dalam rekaman lainnya, sejumlah personel TNI Angkatan Udara terlihat berada di sekitar pesawat yang keluar landasan. Beberapa personel juga tampak melakukan penanganan terhadap api yang muncul di sekitar pesawat dengan dibantu mobil pemadam kebakaran.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.