HANKAM

Cerita Prajurit Hidupkan Lahan Mati: Dari Sarang Ular hingga Panen Dua Ton Edamame

Personel Yonarmed 7/Biringgalih
Lahan satu hektare yang berada di area Yonarmed 7/Biringgalih ditanamani aneka sayuran dan kacang-kacangan. (Foto: Dok. Kodam Jaya/Jayasakti)

Jakarta, IDM – Jika melihat kondisinya sekarang mungkin orang tak akan mengira kalau dulu lahan seluas satu hektare yang berada di area Yonarmed 7/Biringgalih, Kota Bekasi, Jawa Barat tersebut adalah semak belukar yang menjadi sarang ular.

Dilansir dari keterangan Penkodam Jaya/Jayasakti, Senin (24/8), lahan tersebut oleh tangan-tangan prajurit Biringgalih diubah menjadi lahan produktif yang menghasilkan kacang edamame sebanyak 2 ton sejak panen perdana.

Baca Juga: Gelar Kompetisi, Satsiber TNI Jaring Kemampuan Siber Sipil untuk Direkrut

"Saat pertama kali dibuka, kondisi unsur hara tanah ternyata tidak subur. Tenaga manusia saja tak cukup untuk menaklukkan tanah keras dan gulma yang pekat. Menggunakan alat berat seperti traktor, para prajurit mencurahkan waktu dan keringat selama kurang lebih tiga bulan—mulai dari memotong semak, meratakan tanah, hingga mengolahnya siap tanam," tulis keterangan Kodam Jaya/Jayasakti.

Terkait pilihan komoditas jatuh pada edamame, tanaman kacang-kacangan ini memiliki masa tanam relatif singkat, sekitar 70 hingga 75 hari. Berkat ketekunan para prajurit akhirnya membuahkan hasil. Dari tanah yang dulunya gersang dan liar, kini terhampar kebun hijau yang menghasilkan edamame.

Baca Juga: Pulang dari Istana Merdeka, Kolonel Inf Priyo Handoyo Disambut Penuh Bangga di Semarang

"​Kebanggaan tak hanya dirasakan oleh para prajurit yang merawatnya. Sebagian dari hasil panen tersebut dibagikan kepada warga yang tinggal di sekitar pagar markas. Kehadiran kebun ini membawa senyum dan manfaat langsung bagi masyarakat setempat, yang berharap program ini terus berlanjut," jelas Kodam Jaya/Jayasakti.

​Langkah kecil dari Yonarmed 7 ini menjadi bukti nyata keselarasan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo di bidang ketahanan pangan, sekaligus menggemakan jargon Panglima TNI, "Jaga Bumi". Sebab bagi para prajurit, pengabdian tak berhenti di medan latihan. Menjaga Indonesia juga berarti merawat tanahnya, memberi makan rakyatnya, dan saling menjaga kehidupan di sekitarnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.