HANKAM

TNI AU-RAAF Rampungkan Latma Rajawali Ausindo 2025, Capai Target Interoperabilitas

TNI AU dan RAAF
Personel TNI AU dan RAAF berhasil merampungkan Latma Rajawali Ausindo 2025. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) berhasil merampungkan latihan bersama (Latma) Rajawali Ausindo yang digelar sejak 3 November 2025.

Pada pelaksanaan tahun ini, Latma Rajawali Ausindo berfokus pada peningkatan kemampuan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) atau Operasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana.

Latihan berlangsung di Lanud Sam Ratulangi Manado dan Lanud Leo Wattimena Morotai, dengan melibatkan pesawat C-130J Hercules Skadron Udara 31 TNI AU serta Skadron 37 RAAF.

Baca Juga: Tinjau Koperasi Desa Merah Putih, Pangdam XVII/Cenderawasih Dukung Kemandirian Ekonomi Warga Papua

Para personel yang terlibat kemudian mempraktikkan berbagai simulasi seperti airdrop logistik dan evakuasi medis udara.

Sebagai tanda berakhirnya Latma Rajawali Ausindo, TNI AU dan RAAF menggelar acara penutupan di Base Ops Barat Lanud Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (6/11).

Puguh Yulianto dan Ben Cullen
Komandan Wing Udara 1 Kolonel Pnb Puguh Yulianto (kanan) dan GPCAPT Ben Cullen (kiri) memimpin acara penutupan Latma Rajawali Ausindo 2025. (Foto: Dok. Dispenau)

Mengawali sambutannya, Komandan Wing Udara 1 Kolonel Pnb Puguh Yulianto selaku pimpinan delegasi TNI AU menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme seluruh peserta.

“Latma Rajawali Ausindo 2025 telah mencapai target utamanya, yaitu meningkatkan interoperabilitas dan penyamaan prosedur antara TNI AU dan RAAF dalam skenario bantuan kemanusiaan,” ujar Puguh dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Senin (10/11).

Baca Juga: Babinsa TNI AD tak Tidur demi Evakuasi Korban Banjir

Sementara itu, pimpinan delegasi RAAF, GPCAPT Ben Cullen menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia di bidang pertahanan melalui latihan bersama ini.

“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat kemampuan militer, tetapi juga mempererat hubungan dan kepercayaan antarpersonel,” tutur Cullen.

Penutupan Latma Rajawali Ausindo 2025 menjadi momentum penting bagi kedua angkatan udara untuk memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi situasi darurat di kawasan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.