Babinsa TNI AD tak Tidur demi Evakuasi Korban Banjir

Jakarta, IDM – Serda Nurdin, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-04/Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak tidur semalaman lantaran sigap membantu evakuasi warga dari banjir di Dusun Uma Me'e dan Dusun Rato, Minggu (9/11).
Dilansir dari keterangan Penkodam IX/Udayana, Senin (10/11), Nurdin sudah siaga sejak pukul 02.00 Wita dan mengevakuasi warga di lima rukun tetangga (rt) sekaligus.
Baca Juga: Pesan KSAD untuk Prajurit Intai Tempur yang Tempati Markas Baru di Cikarang
"Ia membantu evakuasi warga terutama yang lanjut usia (lansia) agar pindah ke tempat yang lebih aman saat air mulai naik," tulis keterangan Penkodam IX/Udayana.
Setelah evakuasi, Nurdin tak langsung pulang tapi terus memantau dan membantu warga hingga situasi mulai terkendali.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Dampingi Presiden Prabowo Ziarah dan Renungan Suci di TMP Nasional Kalibata
"Seluruh warga dibantu untuk mengamankan lingkungan agar tetap kondusif sepanjang penanganan banjir berlangsung," tulis Penkodam IX/Udayana.
Setelah hujan reda dan air mulai surut situasi kembali aman dan kondusif. Aksi cepat dan sigap dari Babinsa dan masyarakat setempat menjadi kunci penanganan banjir yang lancar tanpa ada kerugian berarti. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































