HANKAM

TNI AU Mulai Gladi Posko Latihan Angkasa Yudha 2026, Uji Kesiapan Operasi Udara

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono (kiri) membuka Gladi Posko Latihan Angkasa Yudha 2026 di Mabesau, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi memulai tahapan gladi posko Latihan Angkasa Yudha 2026 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (22/6).

Gladi posko merupakan salah satu tahapan penting dalam latihan puncak TNI Angkatan Udara yang bertujuan untuk menguji kesiapan operasi udara, sekaligus mengasah pola pikir operasional. Tahapan yang sama juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan komando dan pengendalian operasi udara sesuai dengan Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa 2025.

Baca Juga: 36 Prajurit dari 8 Negara Kumpul di PMPP TNI, Tingkatkan Kapasitas Operasi Perlindungan Sipil di Wilayah Konflik

Pada pelaksanaan Latihan Angkasa Yudha 2026, TNI AU turut mengadaptasi perkembangan karakter operasi modern melalui simulasi pelibatan wahana udara nirawak (UAV) sebagai salah satu unsur kekuatan udara. Selain itu, latihan juga mencakup simulasi ancaman dan respons terhadap serangan siber.

personel TNI AU
Para personel TNI AU yang mengikuti pembukaan Gladi Posko Latihan Angkasa Yudha 2026. (Foto: Dok. Dispenau)

Pengembangan skenario tersebut tidak terlepas dari dinamika lingkungan strategis global yang semakin kompleks, ditandai dengan persaingan antarnegara, perkembangan teknologi militer, serta munculnya ancaman lintas domain. Kondisi tersebut menuntut TNI AU untuk terus beradaptasi, bersikap responsif, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.

Baca Juga: Mantan Kepala Bais TNI Mayjen Nurdin Zainal Meninggal Dunia, Menhan Sjafrie Ucapkan Bela Sungkawa

“Karakter ancaman yang semakin multidomain menuntut TNI Angkatan Udara memiliki kemampuan perencanaan, komando dan pengendalian, serta integrasi operasi udara yang efektif dan efisien,” tegas Tonny dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Senin (22/6).

Ia kemudian berharap agar seluruh materi latihan dapat dilaksanakan secara realistis, objektif, dan profesional sehingga mampu memberikan gambaran kondisi kesiapan yang sebenarnya. Hasil latihan juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mendukung peningkatkan kemampuan operasional TNI AU secara berkelanjutan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.