HANKAM

36 Prajurit dari 8 Negara Kumpul di PMPP TNI, Tingkatkan Kapasitas Operasi Perlindungan Sipil di Wilayah Konflik

Pembukaan United Nations Comprehensive Protection of Civilians
Pembukaan United Nations Comprehensive Protection of Civilians (UN CPOC) Course ke-3 tahun 2026. (Foto: Dok. PMPP TNI)

Jakarta, IDM – Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI) bekerja sama dengan Defence and Military Training Cooperation (DMTC) Canada menggelar United Nations Comprehensive Protection of Civilians (UN CPOC) Course ke-3 tahun 2026 di Auditorium PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (22/6).

Kursus selama lima hari ini diikuti 36 prajurit dari Bangladesh, Fiji, Indonesia, Nepal, Malaysia, Mongolia, Filipina, dan Vietnam, serta didukung oleh instruktur dari Kanada dan Australia.

Baca Juga: Atlet TNI AD Raih Juara Umum dalam Kejurnas Pencak Silat Kasau Championship 2026

Wakil Komandan PMPP TNI Brigjen Dikdik yang mewakili Komandan PMPP TNI Mayjen Iwan Bambang Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada DMTC Canada atas dukungan yang berkelanjutan dalam penyelenggaraan kursus tersebut.

Wakil Komandan PMPP TNI Brigjen Dikdik.
Wakil Komandan PMPP TNI Brigjen Dikdik. (Foto: Dok. PMPP TNI)

Apresiasi tersebut disampaikan di hadapan Atase Pertahanan Kanada Kolonel Stewart Taylor yang hadir dan memberikan sambutan.

Baca Juga: ​Salah Kaprah Kritik Militer: Merendahkan Bintara-Tamtama Itu Disinformasi

“UN CPOC Course merupakan langkah penting dalam meningkatkan kapasitas personel pemeliharaan perdamaian untuk memahami aspek konseptual, hukum, dan operasional terkait perlindungan warga sipil di wilayah konflik,” kata Brigjen Dikdik membacakan amanat Dan PMPP TNI.

Selain meningkatkan kompetensi peserta, kursus tersebut juga menjadi sarana memperkuat jejaring dan kerja sama antarpersonel peacekeepers dari berbagai negara untuk mendukung misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.