HANKAM

TNI AU Mantapkan Kesiapan Unsur Penerbangan dan Kesehatan dalam Evakuasi Medis Udara

Personel TNI AU
Latihan kesiagaan evakuasi medis udara yang digelar oleh TNI Angkatan Udara. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat kesiapan dan koordinasi antara unsur penerbangan, kesehatan, serta satuan terkait dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan evakuasi medis udara.

Upaya tersebut diwujudkan melalui latihan bertema “Dengan Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara, Puskesau Siap Mendukung Tugas Pokok TNI Angkatan Udara” yang digelar di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (23/9).

Baca Juga: Perkuat Operasi Amfibi, 12 Kendaraan Tempur AAV Marinir Tiba di Jakarta

Kapuskesau Marsda TNI M. Roikhan Harowi mengatakan latihan tersebut menjadi sarana untuk mengintegrasikan kemampuan unsur kesehatan, operasi, dan satuan terkait dalam melaksanakan evakuasi medis udara.

“Kemampuan tersebut diperlukan untuk mempercepat pemindahan pasien dari lokasi terdampak menuju fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya apabila terjadi kondisi darurat atau bencana yang mengganggu akses dan infrastruktur di suatu wilayah,” kata Roikhan, dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Kamis (24/9).

Personel TNI AU
Simulasi evakuasi medis udara yang digelar oleh TNI Angkatan Udara. (Foto: Dok. Dispenau)

Dalam latihan ini, TNI AU mengerahkan dua helikopter EC-120B Colibri, helikopter EC-725/H225M Caracal, dan pesawat NC-212i. Skenario diawali dengan evakuasi empat pasien menggunakan helikopter Caracal dari Bandara Muhammad Taufiq Kiemas menuju Lapangan DPRD. Setibanya di lokasi, pasien diturunkan dan diserahkan kepada ambulans untuk selanjutnya mendapat penanganan medis.

Skenario berikutnya melibatkan Colibri 01 yang mengevakuasi satu pasien dari Lapangan Merdeka menuju RSUD KH. M. Thohir. Setelah mendarat, pasien diserahkan kepada ambulans dan dibawa ke IGD.

Baca Juga: TNI Telusuri Pemasok Senjata Pentolan OPM yang Ditangkap di Bandara Yahukimo

Sementara itu, Colibri 02 menjalankan skenario evakuasi dari RSUD KH. M. Thohir menuju Bandara Muhammad Taufiq Kiemas. Setibanya di bandara, pasien dipindahkan ke pesawat NC-212i untuk menjalani evakuasi lanjutan menuju Bandar Lampung guna mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan dengan kemampuan yang lebih lengkap.

Rangkaian latihan kemudian dilanjutkan dengan pengerahan Colibri 01 dan Colibri 02 secara bergantian menuju Lapangan Merdeka. Masing-masing helikopter mengevakuasi satu pasien untuk dibawa ke RSUD KH. M. Thohir, sebelum pasien kembali diserahkan kepada ambulans dan dibawa ke IGD.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.