TNI Telusuri Pemasok Senjata Pentolan OPM yang Ditangkap di Bandara Yahukimo

Jakarta, IDM – TNI menelusuri pemasok senjata Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap 35 Bintang Timur, Abdon Kisamdu yang ditangkap di Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (19/9).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto melalui keterangannya, mengatakan bahwa Abdon Kisamdu mengaku sudah tiga kali mentransfer uang kepada seseorang dengan inisial BA. Rencananya, Abdon Kisamdu akan menemui BA di Distrik Dekai.
“Sesuai kesepakatan dengan BA, Abdon Kisamdu akan menerima senjata api tersebut di Kali Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Abdon Kisamdu mengaku baru pertama kali membeli senjata api di Yahukimo yang bukan menjadi daerah operasi kelompok TPNPB OPM yang dipimpinnya,” kata Lucky dalam keterangan pers, dikutip Kamis (24/9).
Setibanya di Bandara Nop Goliat, Abdon Kisamdu rencananya dijemput dan diantarkan oleh iparnya, KP, ke lokasi pembelian senjata api.
Namun, rencana tersebut gagal setelah Abdon Kisamdu ditangkap Satgas Kopasgat dan Satgas Mandala Koops TNI Habema.
Baca Juga: Ini Alasan Sistem Komunikasi KRI Sriwijaya-100 akan Diganti
“Saat ini, kami tengah menelusuri keberadaan BA yang disebut Abdon Kisamdu sebagai salah satu pemasok senjata api, khususnya bagi TPNPB-OPM,” kata Pangkogabwilhan III.
Adapun Abdon Kisamdu ditangkap tak lama setelah tiba di Bandara Nop Goliat dengan menggunakan pesawat Trigana Air PK-YSC, Sabtu (19/9).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































