TNI AU Kontribusi 45,05 Persen Target Produksi Gula Nasional lewat Pendampingan Komoditas Tebu

Jakarta, IDM – Komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional diwujudkan melalui pendampingan komoditas tebu di lahan seluas 236.048 hektare. Melalui pendampingan tersebut, TNI AU berpotensi menyumbang produksi tebu sebanyak 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula. Jumlah tersebut mencerminkan sekitar 45,05 persen dari target produksi gula nasional.
Kontribusi tersebut mengemuka dalam acara panen raya TNI yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (17/7). Panen raya dilaksanakan secara serentak melalui konferensi video di 43 titik, terdiri atas 31 titik TNI Angkatan Darat (TNI AD), empat titik TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan delapan titik TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Baca Juga: 514 Taruna Akmil akan Dilantik Presiden Prabowo 21 Juli 2026
Adapun delapan titik TNI AU yaitu Lanud Pangeran M. Bun Yamin di Lampung; Lanud Iswahjudi di Magetan; Lanud Adisutjipto di Bantul; dan Lanud Adi Soemarmo di Boyolali. Kemudian, Lanud Sultan Hasanuddin di Takalar; Lanud Muljono di Pasuruan; Lanud Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga; serta Lanud Sugiri Sukani di Majalengka.
Dalam acara panen raya itu, Prabowo menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan pangan menjadi cerminan atas jati diri mereka yang selalu hadir bersama rakyat dalam mengatasi berbagai tantangan bangsa.

"TNI bukan hanya penjaga pertahanan negara, tetapi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat Indonesia. TNI adalah anak kandung rakyat, TNI harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI," tegas Presiden.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa pendampingan ketahanan pangan dilaksanakan secara terpadu sesuai arahan Presiden, dengan pembagian peran TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi.
Menindaklanjuti pembagian peran tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan bahwa TNI AU bersinergi dengan Sinergi Gula Nusantara, sektor swasta, serta asosiasi petani untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional.
“Pendampingan tersebut juga mendorong pengembangan hilirisasi tebu yang menghasilkan molase, bioetanol untuk kebutuhan industri maupun farmasi, pupuk organik, serta berbagai produk turunan lain yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” jelas Nyoman dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Sabtu (18/7).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































