HANKAM

TNI AU Kerahkan Pesawat Casa C-212, Dukung Cabor Terjung Payung PON XXI Aceh-Sumut 2024

TNI AU
TNI AU mengerahkan pesawat Casa C-212 untuk mendukung pelaksanaan terjun payung PON XXI Aceh-Sumut. (Foto: Dok. Instagram @lanudabdsaleh)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) tahun 2024, khususnya di cabang olahraga (cabor) terjun payung.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan mengerahkan pesawat jenis Casa C-212 Avicor seri 400 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (13/9).

“Pesawat Casa C-212 melibatkan satu setting crew dengan 7 personel yang bertugas untuk mendukung 5 sampai 10 sorties penerjunan setiap hari, selama pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut,” tulis Penerangan Lanud Abdulrachman Saleh dikutip Sabtu (14/9).

Baca juga: Etape Keenam KJK 2024, KRI Bima Suci Berlabuh di Busan Korsel

Komandan Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abd Saleh Mayor Pnb M. Susilo Adisaputro mengatakan, pelaksanaan PON XXI 2024 terjun payung ini dimulai sejak tanggal 8 September dan berakhir pada tanggal 19 September dengan total atlet yang terlibat sebanyak 87 peterjun dari 11 kontingen dengan 6 nomor yang dipertandingkan.

TNI AU
TNI AU mengerahkan pesawat Casa C-212 untuk mendukung pelaksanaan terjun payung PON XXI Aceh-Sumut. (Foto: Dok. Instagram @lanudabdsaleh)

“Skadron 4 harus tetap mengutamakan safety (keselamatan) selama melaksanakan tugas penerbangan hingga selesai dan kembali selamat ke satuan yakni Lanud Abdulrachman Saleh,” ungkap Danskadron Udara 4.

Sementara itu, Kasiops Skadron Udara 4 Mayor Pnb Syamsu Alam yang juga bertindak sebagai pilot Casa C-212 dalam misi ini mengungkap, pihaknya akan melakukan 5 sorties, dari total 50 sorties penerbangan untuk mendukung cabor terjung payung pada 14 September 2024.

Baca juga: Puluhan Pamen hingga Pati TNI AU Dirotasi dan Dimutasi, Ini Daftar Lengkapnya

Sebelumnya, mereka telah melaksanakan 45 sorties penerbangan selama satu minggu di Aceh pada 7 September 2024. Dalam praktiknya, Mayor Pnb Syamsu menjelaskan, terdapat dinamika di lapangan yang harus mereka hadapi. Kendati demikian, dinamika tersebut dapat diantisipasi dengan baik.

“Beberapa (dinamika) di antaranya yaitu lokasi Aceh yang terhubung langsung dengan laut lepas jadi angin di atas rata-rata 10 knot. Namun, langkah antisipasi yang kami lakukan yaitu berkoordinasi dengan BMKG perihal kondisi cuaca. Apabila tidak memungkinkan maka penerjunan dihentikan untuk menunggu esok hari sampai cuaca mendukung penerjunan,” jelas dia.

“Tentunya selama kami mendukung penerjunan ini selalu berkoordinasi dengan panitia, BMKG, dan Airnav untuk kesuksesan PON XXI Aceh - Sumut cabor terjun payung,” pungkas Syamsu. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.