HANKAM

TNI AU Kerahkan Pesawat Casa 212, Dukung Operasi Modifikasi Cuaca di Kawasan Jakarta

Pesawat Casa 212.
Pesawat Casa 212 yang dikerahkan oleh TNI AU untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. (Foto: Dok. Instagram @lanud_halim_perdanakusuma)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat Casa 212 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah antisipatif mencegah potensi cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi, serta mengurangi risiko banjir di kawasan Jakarta.

Selain TNI AU, operasi modifikasi cuaca ini juga melibatkan sejumlah stakeholders lainnya, meliputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Kanker Payudara Ancaman Kesehatan Terbesar Bagi Istri Prajurit TNI AD

Dalam menjalankan misi ini, pesawat dengan nomor registrasi A-2116 tersebut dikerahkan dari Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (5/2) dengan mengangkut muatan bahan semai yang telah disiapkan, berupa garam (NaCl).

Setelah mengudara, tim teknis dari Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) – BRIN kemudian melakukan penyemaian garam (NaCl) guna mempercepat proses kondensasi awan dan mengontrol curah hujan di daerah-daerah yang diprediksi memiliki curah hujan tinggi, terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Proses loading NaCl.
Proses loading materi semai berupa garam (NaCl) yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca ke dalam pesawat Casa 212. (Foto: Dok. Instagram @lanud_halim_perdanakusuma)

“Penyemaian dilakukan di ketinggian yang telah ditentukan berdasarkan data meteorologi terbaru. Dengan modifikasi cuaca ini, diharapkan hujan dapat turun lebih awal dan terdistribusi merata sebelum mencapai kawasan rawan banjir,” tulis Penerangan Lanud Halim Perdanakusuma dikutip dari keterangan foto dalam Instagram @lanud_halim_perdanakusuma, Jumat (7/2).

BMKG mengungkap, keberhasilan operasi modifikasi cuaca akan sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Untuk itu, pemantauan cuaca secara real-time terus dilakukan untuk memastikan efektivitas penyemaian.

Baca Juga: TNI AD Libatkan Santri Milenial Kelola Lahan untuk Ketahanan Pangan

Sementara itu, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Muzafar mengatakan, pihaknya siap untuk mendukung setiap operasi yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat, salah satunya operasi ini.

“Lanud Halim Perdanakusuma selalu siap mendukung misi kemanusiaan, termasuk modifikasi cuaca ini. Dengan koordinasi yang baik di antara instansi terkait, kita berharap upaya ini dapat membantu mengurangi dampak hujan deras dan mencegah banjir di ibu kota,” pungkas Muzafar. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.