HANKAM

TNI AU Kerahkan Dua Sukhoi Kawal Kedatangan Presiden Belarus di Indonesia

pesawat tempur Sukhoi
Tangkapan layar pesawat tempur Sukhoi yang dikerahkan TNI AU untuk mengawal kedatangan pesawat Presiden Belarus di Indonesia. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan dua pesawat tempur Sukhoi dari Skadron Udara 11 untuk menjalankan misi pengawalan (escort) terhadap pesawat yang membawa Presiden Belarus Aleksander Lukashenko saat memasuki wilayah udara Indonesia, Rabu (1/7).

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit yang diunggah akun Instagram @militer.udara, kedua pesawat Sukhoi terlihat terbang berdampingan dengan pesawat kenegaraan Belarus. Melalui komunikasi radio, seorang penerbang TNI AU turut menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus misi pengawalan kepada Presiden Belarus.

Baca Juga: Pesawat Perintis Dibakar di Yahukimo, Kodam Cenderawasih: Pilot Asal AS Tewas, Penumpang Selamat

“ Belarusian, Airforce One, selamat datang di Indonesia. Saya akan mengawal pesawat Anda. Atas nama Angkatan Udara Indonesia, selamat datang di Indonesia” ucap penerbang TNI AU dalam video tersebut.

Belarus
Tangkapan layar pesawat Sukhoi TNI AU yang mengawal kedatangan pesawat Presiden Belarus di Indonesia. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Dari pesawat yang membawa Lukashenko kemudian terdengar balasan, “ Escort, ini BRU-8001. Kami akan melanjutkan proses pendaratan. Sampai jumpa. Hati-hati,”.

“Kami sangat senang menyambut Anda dan dengan tulus mengapresiasi kunjungan Anda,” ucap penerbang TNI AU menutup komunikasi.

Baca Juga: Detik-detik Prajurit TNI AL Serbu Pembajak dan Selamatkan Sandera

TNI AU menjelaskan bahwa misi pengawalan tersebut merupakan bentuk penghormatan negara kepada kepala negara sahabat sekaligus mencerminkan profesionalisme institusi dalam mendukung pengamanan tamu negara selama berada di Indonesia.

Misi pengawalan tamu negara ini bukanlah yang pertama dilakukan TNI AU. Sebelumnya, TNI AU mengerahkan pesawat tempur F-16 dan T-50 untuk mengawal pesawat yang membawa Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, saat memasuki wilayah udara Indonesia pada November 2025. Pengawalan dilakukan ketika pesawat tersebut memasuki wilayah udara Pekanbaru, Riau.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.