TNI AU Gelar Rakor Transformasi Industri Pertahanan Menuju Multi Domain Operations

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara menggelar rapat koordinasi industri pertahanan bertema “Transformasi Industri Pertahanan Nasional guna Mendukung Kesiapan TNI Angkatan Udara Menuju Multi Domain Operations (MDO) dalam Menyongsong Era Perang Modern” di Jakarta pada Selasa (29/9).
Rapat koordinasi yang dibuka oleh Wakil Asrena KSAU, Marsma TNI Wastum, tersebut digelar untuk mendorong transformasi industri pertahanan nasional dalam kesiapan menghadapi perang modern menuju MDO.
Baca Juga: Pushidrosal Soroti Pentingnya Peta Laut Tunggal untuk Amankan ALKI
Wastum, dalam sambutannya, menyebut bahwa keunggulan perang modern tidak hanya ditentukan oleh kepemilikan alutsista, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan sistem dan informasi lintas domain.
“Transformasi menuju MOD tidak cukup melalui modernisasi alutsista. Industri pertahanan harus mampu mendukung integrasi sistem, penguasaan teknologi, pengembangan kemampuan, pemeliharaan, dan sustainment jangka panjang,” kata Wastum dilansir dari Penerangan TNI AU, Kamis (1/10).
Ia menambahkan, untuk menyiapkan hal tersebut, kolaborasi antara TNI AU dengan para stakeholder seperti industri pertahanan, lembaga riset, hingga perguruan tinggi harus diperkuat sejak perumusan kebutuhan hingga produksi sampai pemeliharaan.
Baca Juga: TNI AD Validasi Organisasi Dua Satuan Kavaleri, Ini Daftarnya
Melalui rakor industri pertahanan ini, Staf Perencanaan dan Anggaran Angkatan Udara (Srenaau) mendorong kesepahaman mengenai kebutuhan kapabilitas, identifikasi capability gap dan teknologi gap, pengembangan teknologi nasional, serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Rakor menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kasubdisinfonet Dispenau Kolonel Lek Ahmad Irvan Z, Direktur Kebijakan Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Dudi Hidayat, Project Manager ASELSAN Cemil Caglar BOKE, serta Program Manager for Avionic Systems ASELSAN Haluk ŞABİ.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































