TNI AU dan AirNav Teken LOCA, Perkuat Koordinasi Pengelolaan Ruang Udara Nasional

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara, melalui Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF), dan Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) menandatangani Letter of Operational Coordination Agreement (LOCA) di Tanjungpinang, Senin (28/4).
Sebagai salah satu tonggak penting, LOCA mengatur penguatan koordinasi operasional antara TNI AU dan AirNav demi keselamatan dan efisiensi penerbangan. Di dalamnya termasuk pengelolaan ruang udara, prosedur penerbangan, dan infrastruktur pendukung yang wajib memenuhi standar keselamatan dan operasional.
Baca Juga: Sebanyak 172 Taruna Kecabangan Infanteri Lulus Pendidikan Para Dasar
Melalui perjanjian yang sama, kedua pihak turut berkomitmen menjaga keterpaduan sistem kendali lalu lintas udara sipil-militer, khususnya di wilayah udara strategis perbatasan barat Indonesia.

Komandan Lanud RHF Kolonel Pnb Rony Widodo merespons positif kegiatan ini serta menegaskan bahwa TNI AU dan AirNav akan bersinergi untuk menjawab tantangan pengelolaan wilayah udara yang semakin kompleks.
Baca Juga: TNI AU Gelar Pendidikan SIN ke-14 untuk Cetak Navigator Tangguh dan Profesional
"Ini merupakan langkah positif yang harus dijaga bersama. Komitmen saling menghormati dan bekerja sama adalah kunci keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas kita di wilayah udara ini," ujar Danlanud RHF dikutip dari keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (30/4). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































