TNI AU Gelar Pendidikan SIN ke-14 untuk Cetak Navigator Tangguh dan Profesional

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar Pendidikan Sekolah Instruktur Navigator (SIN) ke-14 tahun ajaran 2025 selama lima bulan, yang diikuti oleh sebanyak enam perwira siswa.
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam keterangan foto di Instagram @militer.udara, Rabu (30/4) menjelaskan, para perwira siswa akan menjalani dua tahap utama selama menempuh pendidikan, yakni tahap bina kelas dan bina terbang dengan pesawat Cessna serta Cassa.
Baca Juga: Sebanyak 237 Pati TNI Dimutasi, Ada Pangkogabwilhan I Hingga Pangkoopsud I
Seluruh tahapan pendidikan tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan teknis, kepemimpinan, serta karakter unggul dalam rangka menghadirkan instruktur yang mampu menjawab tantangan operasional penerbangan ke depan.

Pendidikan SIN ke-14 dibuka secara resmi melalui upacara yang dipimpin oleh Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Setiawan, mewakili Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa, di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (28/4).
Baca Juga: Sebanyak 172 Taruna Kecabangan Infanteri Lulus Pendidikan Para Dasar
“Kualifikasi instruktur bukan hanya sebuah kehormatan, melainkan juga tanggung jawab besar yang harus dijalani dengan dedikasi dan semangat belajar tinggi. Pendidikan ini diharapkan dapat membentuk instruktur navigator yang tangguh, andal, serta profesional sesuai kebutuhan strategis TNI AU,” ungkap Dankodiklatau dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Danlanud Adisutjipto.
Marsdya TNI Arif juga berpesan agar para perwira siswa dapat menjaga disiplin; kesehatan fisik dan mental; serta motivasi agar mereka dapat menjalani pendidikan dengan baik. (yas)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































