HANKAM

TNI AU-BRIN Perkuat Sinergi dalam Mendukung Pembangunan Bandar Antariksa di Biak

Askomlek Kaskodau III Kolonel Lek Febri Eko Hadi
Askomlek Kaskodau III Kolonel Lek Febri Eko Hadi beserta rombongan meninjau fasilitas Kendali Satelit dan Laboratorium BRIN Biak yang saat ini melaksanakan pengendalian satelit nasional. (Foto: Dok. Instagram kodau_3)

Jakarta, IDM – Askomlek Kaskodau III Kolonel Lek Febri Eko Hadi melakukan kunjungan ke Stasiun Bumi BRIN di Sumberker, Selasa (9/6), untuk memperkuat sinergi dalam mendukung rencana pembangunan Bandar Antariksa di Biak Numfor, Papua.

Penerangan Kodau III melalui unggahan Instagram @kodau_3 yang dikutip Rabu (10/6) menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin di antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga: TNI AD: Program Listrik Masuk Papua telah Jangkau 200 Desa

Dalam koordinasi tersebut, TNI AU dan BRIN menyelaraskan pengaturan serta pengelolaan ruang udara nasional yang akan disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai ruang udara nasional.

Askomlek Kaskodau III Kolonel Lek Febri Eko Hadi
Askomlek Kaskodau III Kolonel Lek Febri Eko Hadi menerima paparan dari Kepala Pusat Riset Teknologi Roket BRIN Arif Nur Hakim melalui video conference. (Foto: Dok. Instagram kodau_3)

Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung rencana operasional Bandar Antariksa, khususnya terkait aktivitas peluncuran wahana antariksa agar berjalan dengan aman serta efektif.

“Melalui kerja sama yang erat antara TNI AU dan BRIN, diharapkan pembangunan Bandar Antariksa Biak dapat berjalan sesuai rencana serta menjadi tonggak penting bagi kemajuan teknologi, pertahanan, dan kemandirian bangsa Indonesia di bidang keantariksaan,” demikian pernyataan Penerangan Kodau III.

Baca Juga: TNI AU Pastikan Kesiapan Personel hingga Alutsista untuk Latihan Angkasa Yudha 2026

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Roket BRIN Arif Nur Hakim dalam paparannya mengungkap bahwa lokasi pembangunan Bandar Antariksa diusulkan berada di Desa Saukobye, Distrik Biak Utara, dengan luas sekitar 100 hektare.

Rencana pembangunan Bandar Antariksa tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional di bidang keantariksaan. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari roadmap pengembangan keantariksaan nasional yang ditargetkan pada tahun 2031 memiliki kemampuan peluncuran satelit hingga kelas 1.500 kilogram ke orbit geostasioner (GEO).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.