TNI Amankan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Halmahera Timur

Jakarta, IDM – TNI dari Babinsa Koramil 1505-02/Wasile Kodim 1505/Tidore, Sertu Renard Wattymura mengamankan bom diduga peninggalan perang dunia II di areal pantai Desa Hatetabako, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur
Bom ini pertama kali ditemukan oleh Ichal, seorang karyawan PT. Intimkara, saat sedang melakukan aktivitas penggalian pasir untuk kebutuhan timbunan di lapangan bola Desa Hatetabako, Minggu, (16/2).
Baca Juga: Dua Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara Dimutasi dan Dirotasi
"Saat sedang mengoperasikan ekskavator, Ichal merasa ada yang mengganjal di baket alat beratnya. Setelah diperiksa, ternyata benda tersebut adalah bahan peledak (bom). Ia langsung menjauhkan alat berat dari lokasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," kata Sertu Renard dikutip keterangan Pendam XV/Pattimura, Senin, (17/2).
Menindaklanjuti penemuan itu, Ichal segera melaporkannya kepada Kepala Desa Hatetabako. Babinsa dan Bhabinkamtibmas pun turut mengamankan lokasi penemuan bom di bibir pantai untuk memastikan keselamatan warga sekitar.
"Kami langsung mengamankan TKP dan menghimbau masyarakat agar menjauhi lokasi penemuan bom tersebut demi keselamatan bersama," tambah Sertu Renard.
Baca Juga: TNI Gelar MBG di Perbatasan RI-RDTL, Dimasak dari Hasil Pertanian Sendiri
Berdasarkan hasil elisitasi terhadap Ichal, bom tersebut diduga kuat merupakan peninggalan Perang Dunia II. Saat ini, Kades Hatetabako bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah melakukan koordinasi dengan Brimob Polda Maluku Utara (Tim Gegana) untuk menurunkan tim ahli ke lokasi penemuan. Langkah ini diambil guna melakukan otentikasi dan pengecekan lebih lanjut terkait apakah bom tersebut masih aktif atau tidak.
Penemuan bahan peledak yang diduga kuat berasal dari zaman penjajahan ini menambah daftar temuan serupa di wilayah Halmahera Timur. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan benda mencurigakan serupa, Pungkas Sertu Reinard. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































