TNI AL Uji Kekuatan di Latihan Operasi Pertahanan Pantai Hadapi Ancaman Pendaratan Musuh di Wilayah Barat

Jakarta, IDM - Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Laut Kodiklatal (Dankodiklatal) Letjen (Mar) Nur Alamsyah resmi membuka latihan operasi pertahanan pantai (latopshantai) 2025 di Surabaya, Senin (1/12).
Latihan tahun ini mengangkat tema penggelaran operasi pertahanan pantai di wilayah Indonesia barat untuk menggagalkan upaya pendaratan satuan musuh.
Skenario tersebut disusun sebagai respons terhadap dinamika ancaman yang dinilai makin kompleks serta menuntut peningkatan kemampuan tempur, adaptasi cepat, dan kesiapsiagaan pasukan penjaga garis pantai Indonesia.
Baca Juga: TNI AD: Rp650 Juta Sumbangan KSAD Maruli untuk Sumatra Bukan Anggaran Negara
Dalam sambutannya, Nur Alamsyah menegaskan latihan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, pada 18 Oktober 2025.
“TNI diminta memperbanyak latihan di wilayah Bangka Belitung dan daerah rawan pelanggaran hukum, seperti pelanggaran batas wilayah, aktivitas ilegal, hingga ancaman terhadap keamanan nasional,” tegasnya, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal, Selasa (2/12).
Nur Alamsyah menyebut negara harus selalu hadir di wilayah-wilayah rawan tersebut dan memastikan seluruh sumber daya alam dapat dikelola untuk kesejahteraan rakyat sekaligus kepentingan pertahanan.
Baca Juga: Puluhan Pati TNI AU Naik Pangkat, Termasuk 17 Kolonel yang Pecah Bintang
Oleh karena itu, ia berharap latihan operasi pertahanan pantai 2025 menjadi momentum membangun diskursus baru di lingkungan TNI AL, memperkuat profesionalisme, serta menumbuhkan kemampuan adaptif prajurit menghadapi tantangan masa depan.
Melalui latihan ini, pasukan TNI AL diharapkan makin siap bernavigasi di medan operasi yang dinamis demi menjaga kedaulatan NKRI.
“Latihan ini dirancang untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan menyamakan pola pikir serta pola tindak dalam operasi pertahanan pantai. latopshantai juga menguji kesiapan unsur-unsur TNI AL dalam penembakan senjata khusus secara efektif dan terukur,” ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































