TNI AL Ubah Babel jadi Benteng Laut, Doktrin Antiakses Tutup Pintu bagi Kekuatan Lawan

Jakarta, IDM – TNI AL menyulap perairan Bangka Belitung menjadi benteng pertahanan yang tak tertembus. Mereka menggelar latihan tempur strategis dengan doktrin "antiakses dan antiamfibi" untuk menutup celah bagi kekuatan asing yang mencoba masuk.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menegaskan latihan ini bertujuan memblokade pergerakan musuh di wilayah kedaulatan Indonesia.
"Latihan ini difokuskan untuk menghalangi kekuatan musuh masuk ke wilayah perairan dan mencegah pendaratan pasukan asing di pantai," ujar Tunggul dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (16/2).
Baca Juga: Selain Timah, TNI AL Amankan 9.300 Ton Monazite Bahan Nuklir di Babel
Kerahkan Armada Tempur Penuh
TNI AL mengerahkan kekuatan penuh untuk menjalankan skenario pertempuran laut tersebut. Sembilan kapal perang Republik Indonesia (KRI) bermanuver di lokasi untuk memperkuat formasi tempur. Armada pemukul tersebut meliputi fregat canggih KRI RE Martadinata-331, KRI John Lie-358, hingga kapal penyapu ranjau KRI Pulau Fani-731.
Tak hanya kekuatan laut, unsur udara juga ambil bagian. Pesawat patroli maritim CN-235 MPA dan helikopter Panther mengawasi pergerakan dari langit, sementara drone kamikaze mengintai dan menyerang sasaran secara presisi.
Baca Juga: Bantah Kawal Seismik, Koarmada III: KRI Gulamah di Fakfak Murni Berlindung Cuaca Buruk
Hujani Sasaran dengan Tembakan
Suasana latihan semakin memanas saat alutsista TNI AL mulai memuntahkan amunisinya. KRI RE Martadinata-331 menembakkan meriam 76 mm ke arah target permukaan. Sementara itu, Korps Marinir meluncurkan roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) sebagai senjata pemukul utama pertahanan pantai.

Pasukan khusus juga menunjukkan taringnya lewat simulasi Visit Board Search and Seizure (VBSS). Prajurit KRI Brawijaya-320 menyerbu dan mengambil alih kapal sasaran dengan gerakan taktis cepat. Puncak latihan terjadi saat pasukan pendarat Marinir menyerbu pantai untuk merebut kembali wilayah yang diduduki musuh.
Baca Juga: Kolaborasi Kodam Jaya dengan DLH DKI Jakarta Kumpulkan 5, 5 Ton Limbah Elektronik
Amankan Jalur Strategis
Tunggul menyebut pemilihan Bangka Belitung sebagai lokasi latihan bukan tanpa alasan. TNI AL menilai wilayah ini memiliki nilai strategis tinggi sebagai jalur pelayaran internasional yang menyimpan potensi kerawanan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, menyaksikan langsung jalannya operasi pendaratan amfibi tersebut pada Minggu (15/2). Ia memastikan jajarannya siap menghadapi segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu stabilitas kawasan dan keamanan maritim nasional. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































