HANKAM

TNI AL Tutup Latopshantai 2026, Dankodiklatal: Tolak Ukur Hadapi Ancaman Dinamika Perairan Nasional

Dankodiklatal Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah
Dankodiklatal Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah menutup Latopshantai 2026. (Foto: Dok. Penerangan Kodiklatal)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Laut secara resmi menutup Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) T.A 2026 di Auditorium Gedung R. Sudomo JOPR Kodiklatal, Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/2).

Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) Letnan Jenderal Marinir Nur Alamsyah selaku direktur latihan (dirlat) memimpin langsung kegiatan kaji ulang dan penutupan latopshantai.

Nur Alamsyah melalui keterangan tertulis Dinas Penerangan Kodiklatal mengatakan, rangkaian latihan yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kesiapan tempur matra laut, termasuk peningkatan kemampuan material dan profesionalisme personel pengawak alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Baca Juga: Wakasau Tegaskan Pentingnya Merit System dalam Tahap Seleksi dan Pembinaan Karier Personel

“Latopshantai TA 2026 sekaligus menjadi tolok ukur dalam membangun TNI AL yang profesional, modern, dan tangguh dalam menghadapi dinamika ancaman di perairan nasional,” kata Nur Alamsyah.

Dalam forum kaji ulang tersebut, tim penilai membacakan dan menjelaskan hasil penilaian pelaksanaan latihan.

Hasil evaluasi latihan selanjutnya disampaikan oleh Asisten Operasi Kepala Staf TNI AL (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan selaku ketua tim evaluasi latihan.

Dalam paparannya, Yayan menekankan bahwa setiap dinamika, kendala, dan temuan selama latihan harus dijadikan bahan pembelajaran guna menyempurnakan konsep operasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas ke depan.

Baca Juga: Tingkatkan Efektivitas dan Interopabilitas, Koopsudnas Rumuskan Pembaruan Tugas hingga Fungsi Skadron Udara

Sementara itu, Nur Alamsyah menekankan bahwa keberhasilan latihan tidak semata-mata diukur dari produk atau hasil akhir.

“Tetapi dari kesungguhan, semangat, dan pemahaman prajurit terhadap esensi operasi yang dilaksanakan,” ujar Nur Alamsyah.

Adapun Latopshantai 2026 dilaksanakan di Bangka Belitung pada 13 hingga 17 Februari 2026. Rangkaian kegiatan meliputi manuver taktis laut, simulasi penindakan terhadap kapal pelanggar, operasi udara maritim, hingga gelar kesiapan alutsista dan personel. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.