TNI AL Turun Tangan Petakan Laut buat Proyek Giant Sea Wall

Jakarta, IDM – TNI AL melalui Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) mengambil peran kunci dalam proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall. Korps pelaut ini mengerahkan tim ahli untuk memetakan kondisi bawah laut, memastikan megaproyek tersebut berjalan aman.
Komandan Pushidrosal Laksamana Madya Budi Purwanto, menegaskan pihaknya memberikan dukungan penuh pada agenda strategis nasional tersebut. Ia menyampaikan hal ini dalam acara syukuran Hari Hidrografi TNI AL di Jakarta, Rabu (4/2).
Baca Juga: Longsor Cisarua: 9 Prajurit Marinir Masih Dicari, Jenazah Praka Andiko Dievakuasi
"Pushidrosal berkontribusi aktif dalam berbagai program strategis, termasuk melakukan survei pemetaan laut untuk perencanaan pembangunan Giant Sea Wall," ujar Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Kamis (5/2).
Budi menjelaskan sepanjang tahun 2025, lembaganya bekerja keras menyajikan data akurat mengenai medan bawah laut Indonesia. Selain tanggul raksasa, timnya juga mengelola penataan pipa dan kabel bawah laut yang berserakan di dasar samudra agar tetap tertib dan tidak mengganggu alur pelayaran.
Di lokasi yang sama, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menyebut Pushidrosal bukan sekadar penjaga pertahanan, melainkan mesin penggerak pembangunan nasional.
"Pushidrosal memainkan peran strategis. Mereka menjadi akselerator pembangunan sekaligus penjaga keamanan negara," tegas Ali.
Baca Juga: Indonesia Tanda Tangani “Letter of Intent” Pengadaan Jet Latih Tempur M-346 dari Italia
Sebagai bentuk nyata kemajuan teknologi pemetaan laut oleh Pushidrosal, Ali juga meluncurkan buku Indeks Hidro-Oseanografi Nasional (Ihonas) 2026. Buku ini bakal menjadi rujukan utama bagi pemerintah dan pelaku industri dalam mengelola potensi kekayaan laut secara berkelanjutan.
Peringatan Hari Hidrografi tahun ini mengusung tema "Petakan Laut Demi Kesejahteraan Bangsa untuk Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas". TNI AL berharap momentum ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri dan disegani dunia pada 2045 mendatang. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































