HANKAM

TNI AL Tegaskan Peta Laut Kertas Tetap Penting di Era Digital, Ini Alasannya

Pushidrosal
Pushidrosal mengikuti konferensi ke-25 North Indian Ocean Hydrographic Commission (NIOHC) yang berlangsung pada 11–13 Mei di Radisson Blu Chattogram Bay View, Bangladesh. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) menyuarakan sikap tegas Indonesia mengenai masa depan navigasi maritim global. Di tengah gelombang digitalisasi, Pushidrosal memastikan peta laut konvensional berbasis kertas tidak boleh musnah begitu saja.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam konferensi ke-25 North Indian Ocean Hydrographic Commission (NIOHC) atau Komisi Hidrografi Samudra Hindia Utara. Hajatan internasional ini berlangsung pada 11–13 Mei di Radisson Blu Chattogram Bay View, Bangladesh.

Asisten Operasi Survey dan Pemetaan (Aspeta) Komandan Pushidrosal Laksma TNI Edward Halomoan Sibuea, hadir langsung memimpin delegasi Indonesia. Dirinya datang mewakili Komandan Pushidrosal Laksdya Budi Purwanto.

Baca Juga: 462 Prajurit TNI AD Sandang Pangkat Sersan Dua

Mengapa Peta Kertas Masih Krusial?

Forum tahunan tersebut sejatinya berfokus mematangkan transisi teknologi navigasi. Asosiasi hidrografi dunia tengah mempercepat migrasi dari format digital lama (S-57) menuju ekosistem baru bernama S-100/S-101. Sistem mutakhir ini menjanjikan data kelautan yang jauh lebih kaya, interaktif, dan adaptif terhadap kebutuhan kapal modern.

Meski mendukung penuh modernisasi, Indonesia mengingatkan dunia agar tidak terburu-buru membuang metode manual. Edward membeberkan argumen strategis mengapa peta cetak tetap memiliki daya tawar tinggi di era serbadigital.

"Kami memandang produk hidrografi konvensional seperti peta laut kertas masih sangat relevan. Hingga detik ini, sejumlah besar pengguna laut masih bersandar pada dokumen cetak tersebut sebagai instrumen navigasi utama maupun cadangan," ujar Edward, dikutip dari laman TNI AL, Sabtu (16/5).

Edward menambahkan, keberadaan dokumen fisik merupakan katup pengaman apabila sistem elektronik kapal mengalami gangguan fatal (blackout). Pandangan visioner dari perwakilan Jakarta ini rupanya memicu respons positif. Ketua NIOHC bersama seluruh negara anggota akhirnya sepakat memasukkan keberlanjutan peta kertas ke dalam pilar kebijakan regional.

Baca Juga: Inovasi Poltekad, Ubah Limbah Oli dan Jelantah jadi Solusi Energi Alternatif

Banjir Apresiasi untuk KRI Canopus

Kehadiran delegasi tanah air di Bangladesh tidak sekadar mempertahankan eksistensi peta manual, melainkan juga menunjukkan taji kekuatan maritim nusantara. Pertemuan yang melibatkan 13 negara secara tatap muka, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, Prancis, dan India, menjadi panggung pembuktian bagi armada baru Indonesia.

Angkatan Laut Bangladesh secara khusus melemparkan pujian hangat kepada Pushidrosal atas beroperasinya KRI Canopus-936. Kapal survei modern berspesifikasi tinggi itu baru saja memperkuat jajaran alutsista (alat utama sistem persenjataan) navigasi Indonesia.

Bergabungnya kapal canggih tersebut dipercaya bakal mendongkrak akurasi pemetaan bawah air, menjamin keselamatan pelayaran, serta mengamankan jalur perdagangan internasional di kawasan Samudra Hindia yang terkenal memiliki karakteristik arus dan gelombang yang rumit. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.