HANKAM

TNI AL Sudah Siapkan Prajurit untuk Awaki Kapal Selam Scorpene

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali menghadiri acara media gathering di Ksatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Kamis (25/7). (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan TNI AL sudah menyiapkan satuan tugas (satgas) prajurit yang akan mengawaki kapal selam Scorpene.

"Untuk Scorpene, kami sudah siapkan satgasnya, tapi memang belum kami terbitkan surat perintahnya. Orang-orangnya sudah kami siapkan, sudah kami tunjuk," ungkap Ali, usai acara media gathering di Ksatrian Marinir Hartono, Cilandak, Kamis (24/7).

Selain menyiapkan prajurit, Ali juga mengatakan TNI AL telah menunjuk kepala proyek pengadaan kapal selam Scorpene. "Kami juga sudah tunjuk kepala proyeknya yang akan bekerja sama dengan PT PAL," kata Ali.

Baca Juga: Pangkogabwilhan II Cek Kesiapan Batalyon Komposit PRCPB Kodam Hasanuddin

Nantinya, Naval Group dan PT PAL akan bekerja sama dalam proses konstruksi dua unit Scorpene. Saat ini, di PT PAL sendiri sudah membangun shift lift atau fasilitas untuk mengangkut kapal selam dari darat ke laut ataupun sebaliknya.

"Kalau sudah efektif, bisa mulai disiapkan dan akan dibangun di PT PAL dari kapal pertama. Itu memakan waktu cukup lama, tujuh sampai delapan tahun. Jadi, cukup lama," lanjutnya.

Sebelumnya, Naval Group melalui keterangan resminya pada Rabu (24/7) mengungkapkan status kontrak pengadaan dua unit Scorpene Evolved buatan Prancis, dinyatakan aktif.

Baca Juga: Kemenko Polkam Tegaskan Aspek Kebermanfaatan dan Keamanan Harus Seimbang

"Kontrak untuk pengiriman dua kapal selam Scorpene Evolved yang akan dibangun di Indonesia, di galangan kapal PT PAL melalui transfer teknologi dari Naval Group," tulis Naval.

Sebagai rangkaian pembangunan dua unit Scorpene Evolved tersebut, PT PAL akan memberangkatkan para teknisi las (welder) ke Prancis untuk mengikuti pelatihan khusus.

"Dalam beberapa minggu ke depan, para teknisi laa dari PT PAL akan diberangkatkan ke Prancis untuk mengikuti pelatihan kerja langsung (on-job training) secara khusus," lanjut keterangan tersebut.

Baca Juga: Perkuat Tameng Udara Timur Indonesia, Kosek III Gelar Latihan Cakra Delta

Nantinya, Prancis juga mengirimkan sekitar 50 orang tenaga ahli ke Indonesia untuk melatih 400 insinyur lokal dalam bidang konstruksi kapal selam.

Saat ini, TNI AL baru memiliki empat kapal selam aktif untuk operasional, yaitu KRI Cakra-401, KRI Nagapasa-403, KRI Ardadeli-404, dan KRI Alugoro-405. Melalui pembelian dua unit Scorpene Evolved ini akan memenuhi kebutuhan postur kekuatan TNI AL 2025-2044 dengan target 12 unit untuk mengawal perairan Indonesia dari Sabang hingga Merauke. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.