HANKAM

TNI AL Siapkan 3 Kapal Rumah Sakit untuk Opsi Misi Gaza

KRI Radjiman Wedyodiningrat-992
Proses maintenance tingkat docking kapal bantu rumah sakit KRI Radjiman Wedyodiningrat-992, Senin (24/11). (Foto: Dok. Koarmada I)

Jakarta, IDM – TNI AL menyiapkan tiga kapal bantu rumah sakit sebagai opsi pengerahan bila Indonesia mendapat mandat menjalankan misi kemanusiaan di Gaza.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan TNI AL memastikan seluruh unsur bantu rumah sakit berada dalam status standby. Ketiga kapal tersebut adalah KRI Soeharso-990, KRI Wahidin Sudirohusodo-991, dan KRI Radjiman Wedyodiningrat-992.

“Pada prinsipnya ketiga KRI tersebut siap untuk dikirimkan dan melaksanakan operasi kemanusiaan,” kata Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (25/11).

Baca Juga: Sebelum Misi Kemanusiaan di Gaza, TNI Akan Terjunkan Tim Pengintai Terlebih Dulu

Ketiga kapal bantu rumah sakit TNI AL tersebut memiliki fasilitas medis lengkap seperti ruang operasi, IGD, ICU, bangsal perawatan, serta helikopter deck untuk evakuasi udara. Unsur ini juga dapat mengangkut tenaga medis dan perlengkapan bantuan dalam jumlah besar.

Salah satu kapal, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992, saat ini tengah menjalani maintenance setingkat docking sebagai bagian dari pemeliharaan rutin oleh Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada I.

“Proses ini dilakukan untuk memastikan kesiapan penuh unsur sebelum ditugaskan dalam operasi,” tulis keterangan Dispen Koarmada I.

Pemeriksaan teknis KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 dilakukan secara menyeluruh terhadap sistem dan struktur kapal, termasuk bagian bawah garis air yang jarang terlihat saat kapal beroperasi. Kegiatan docking itu juga disertai rapat dan peninjauan verifikasi tingkat I.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Tiga Lokasi “Center of Gravity”, TNI Tebalkan Kekuatan dan Tingkatkan Radar

“Pemeliharaan berkala ini diharapkan semakin meningkatkan keandalan KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 dalam menjalankan tugas operasi maupun dukungan logistik di wilayah kerja Koarmada I,” lanjut keterangan tersebut.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya menjelaskan bahwa TNI menyiapkan unsur udara dan laut untuk mendukung misi perdamaian di Gaza.

“Unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kita siapkan dua kapal rumah sakit dari TNI AL lengkap dengan helikopter,” kata Agus usai rapat dengan Komisi I DPR di Jakarta, Senin (24/11).

Agus mengatakan pesawat Hercules akan digunakan untuk mengangkut logistik dan pasukan, sementara kapal rumah sakit diproyeksikan membawa tenaga kesehatan dan menjadi fasilitas perawatan warga sipil korban perang.

Baca Juga: Ceasefire+DMZ Ukraina: Prabowo Dulu Ditertawakan, Kini Diusulkan Trump

Ia juga menyampaikan TNI sedang menyiapkan tiga brigade komposit, masing-masing terdiri dari Batalion Kesehatan, Batalion Zeni Konstruksi, dan Batalion Bantuan.

“Rencana nanti dipimpin oleh Jenderal Bintang Tiga,” ujar Agus.

Sebelum pengerahan pasukan, TNI akan mengirimkan tim aju untuk memastikan gambaran situasi dan lokasi yang tepat di Gaza. Pengerahan keseluruhan masih menunggu perintah pemerintah pusat. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.