TNI AL Prioritaskan Prajurit Kesehatan untuk Misi Kemanusiaan di Gaza

Jakarta, IDM – TNI AL menyiapkan langkah awal bila Indonesia mengirim kontingen dalam misi kemanusiaan di Gaza. Sesuai instruksi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, prajurit dengan spesialisasi kesehatan menjadi prioritas utama.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menyebut fokus TNI AL adalah menurunkan tenaga medis untuk membantu korban sipil, serta personel dengan kemampuan konstruksi guna memperbaiki infrastruktur yang hancur akibat konflik.
“Prioritasnya adalah prajurit di bidang kesehatan untuk membantu masyarakat sipil yang menjadi korban perang. Selain itu juga difokuskan kepada prajurit yang membidangi konstruksi,” ujar Tunggul dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/11).
Baca Juga: TNI AL Gerebek Gudang di Babel, Temukan 104 Ton Timah Diduga Ilegal
Seleksi Pasukan Sudah Berjalan
Dari sisi kesiapan personel, sebelumnya Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma mengungkapkan proses seleksi prajurit TNI AL, termasuk dari Korps Marinir, sudah mulai berjalan.
“Proses seleksi sudah berjalan. Kita sudah mengumpulkan nama-nama untuk menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah, apa saja yang harus disiapkan,” kata Erwin di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Senin (17/11) lalu.
Ia menjelaskan Marinir menyiapkan unsur zeni, kesehatan, serta logistik yang bergantung pada kebutuhan misi.
Baca Juga: TNI AU Jaring Calon Penerbang Perwira Karier Lewat Aptitude Test di Wingdik 100/Terbang
“Jumlahnya saya belum tahu pasti. Tapi batalion-batalion itu akan selalu kita persiapkan sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.
Erwin menekankan seluruh jajaran TNI AL harus berada dalam kondisi siap jika pemerintah memutuskan pengerahan pasukan ke Gaza.
“Kita harus selalu siap menghadapi segala hal, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tegasnya.
Baca Juga: Rencana TNI Kirim Pasukan ke Gaza: Dipimpin Pati Bintang Tiga dan Punya Tiga Brigade Komposit
Alutsista Marinir Siap Digelar
Selain personel, kesiapan alutsista juga menjadi sorotan. Erwin memastikan seluruh peralatan tempur Korps Marinir siap operasi dan dapat digerakkan kapan pun.
“Setiap peralatan yang kita miliki harus selalu dalam keadaan siap menghadapi segala macam kebutuhan tugas,” katanya.
Ia menyebut kesiapan alutsista ini terus ditingkatkan seiring pemekaran organisasi Korps Marinir dan tuntutan profesionalisme pasukan baret ungu. “Kesiapan alutsista, prajurit, dan organisasi akan terus disempurnakan agar mampu menjawab amanah dan tugas yang diberikan negara,” tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































