HANKAM

TNI AL Perkuat Fungsi Teritorial di Morotai, Siapkan Masyarakat Pulau Terluar Hadapi Ancaman

Lanal Morotai
Lanal Morotai menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan kepada warga Desa Tiley Pante, Morotai, Maluku Utara, Kamis (25/9). (Foto: Dok. Lanal Morotai)

Jakarta, IDM – Sebagai salah satu pulau terluar yang menyimpan jejak sejarah Perang Dunia II, Morotai kembali mendapat perhatian TNI AL. Melalui Safari Pembinaan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT), TNI AL hadir untuk memperkuat fungsi teritorial dan menanamkan wawasan kebangsaan bagi masyarakat di garis depan perbatasan.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Morotai Mayor Laut (P) Benie Hermawan, menjelaskan safari PPKT merupakan program Markas Besar TNI AL (Mabesal) yang dijalankan secara bertahap di berbagai wilayah perbatasan.

Tujuannya tidak hanya membangun kesadaran bela negara, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai potensi ancaman.

Baca Juga: Indonesia-Malaysia Resmi Tutup Patkor Malindo ke-32, Bakamla Tekankan Hal Ini

“Dengan kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat cinta tanah air sekaligus meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat Morotai. Pulau ini adalah salah satu garda depan Indonesia, sehingga masyarakatnya perlu dibekali agar lebih tangguh jika suatu saat terjadi kontijensi atau ancaman dari luar,” ujar Benie, di Desa Tiley, Morotai, Maluku Utara, Kamis (25/9).

Ia menambahkan, Desa Tiley dipilih menjadi lokasi pelaksanaan karena terdapat Pos TNI AL (Posal) Lanal Morotai sehingga program pembinaan dapat dilakukan secara berkesinambungan.

“Selain fokus pada wawasan kebangsaan, kami juga memberikan pengetahuan praktis tentang ekosistem laut dan potensi alam yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Baca Juga: Tak Hanya Rudal KHAN, TNI AD Juga Tempatkan Tank Harimau di Kalimantan

Safari PPKT di Morotai juga dirangkai dengan bakti sosial. TNI AL menyalurkan 100 paket sembako, perlengkapan olahraga, 100 paket alat tulis, serta sekitar 150 buku bacaan untuk taman baca Moro Bang Ley di Desa Tiley Kusu. Bantuan ini disambut antusias warga yang mengaku mendapat manfaat langsung dari kehadiran TNI AL.

Bagi TNI AL, pembinaan masyarakat di pulau terluar merupakan bagian penting dari fungsi teritorial. Kehadiran prajurit di tengah rakyat tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat ikatan kebangsaan agar rakyat dan militer menjadi satu kesatuan dalam menghadapi ancaman.

“Harapannya, masyarakat Morotai semakin sadar akan pentingnya bela negara, dan hubungan erat dengan TNI AL bisa menjadi fondasi pertahanan yang kuat di pulau terluar,” pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.