TNI AL Latihan Penjinakan Ranjau Bersama Angkatan Laut Amerika Serikat

Jakarta, IDM – Personel satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) melaksanakan sejumlah latihan bersama prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lampung Caligi, Lampung, Jumat, (17/5).
Baca Juga: Satgas Damai Cartenz Tangkap Komandan KKB Dokoge-Paniai
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam rangka Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2024 itu terdiri dari pertempuran hutan atau jungle warfare, hingga penanganan dan penjinakan ranjau.
"Latma CARAT 2024 bertujuan untuk melatih kemampuan taktis para prajurit kedua negara dalam penangan dan penjinakan ranjau," demikian bunyi keterangan Dispenal, dikutip Sabtu (18/5).
Baca Juga: Wakil KSAD Tinjau Progres Pembangunan Batalyon 757/GV di Lokasi Baru
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan keterlibatan matra laut dalam latihan tersebut merupakan komitmen matra laut meningkatkan kemampuan prajurit. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































