TNI AL Kirim Pesawat CN235-220 MPA ke India, Patroli Bersama di Perbatasan

Jakarta, IDM – Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) mengirimkan pesawat CN235-220 MPA P-8305 ke Bandara Port Blair, untuk mengikuti patroli terkoordinasi India-Indonesia (Indindo) ke-44 tahun 2025.
Komandan Landasan Udara TNI AL (Lanudal) Sabang Letkol Laut (P) Ahmad Ervan G, mengungkapkan CN235-200 MPA terlebih dahulu menjalani kegiatan dukungan administrasi dan logistik di Lanudal Sabang.
Kemudian, pesawat patroli maritim yang diawaki oleh pilot Kapten Laut (P) Aditya M. W. itu berangkat dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Maros, Aceh, menuju Bandara Port Blair, India, Minggu (13/7).
Baca Juga: Perkokoh Diplomasi Pertahanan, Wakasau Hadiri Pembukaan Latgab Talisman Sabre 2025
"CN235-220 MPA terbang dari Lanud Sultan Iskandar Muda menuju Bandar Port Blair dalam rangka penerbangan feri, yakni sebagai angkutan udara delegasi TNI AL menghadiri pembukaan patroli terkoordinasi Indindo ke-44," ungkap Ahmad dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Senin (14/7).
Delegasi TNI AL yang ikut terbang bersama pesawat CN235-200 MPA ke India untuk pembukaan patroli terkoordinasi Indindo ke-44, di antaranya Kepala Staf Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I Kolonel Laut (P) Ari Krisdiyanto dan Asisten Operasi Guskamla Koarmada I Kolonel Laut (P) Sayid Hasan.
Adapun Indindo adalah patroli bersama antara India dan Indonesia yang dilakukan dua kali setahun sejak 2002. Patroli ini bertujuan menjaga keamanan maritim di wilayah Samudra Hindia, khususnya di sepanjang Garis Batas Maritim Internasional (IMBL).
Baca Juga: Kunjungi Yonif 412/BES, Pangkostrad: Saya Bangga dengan Semangat dan Militansi Prajurit
Pada 2024, dalam patroli terkoordinasi Indindo ke-43 yang digelar di Sabang, TNI AL mengerahkan satu korvetnya KRI Bung Karno-369, sementara Angkatan Laut India mengerahkan dua kapal perangnya, yaitu INS Kesari L 15 dan MK. IV LCU L51.
Masih pada tahun yang sama, kedua negara sebelumnya juga menggelar patroli terkoordinasi di perbatasan pada pekan terakhir Mei 2024. Dalam kegiatan itu, patroli terkoordinasi Indindo ke-42, TNI AL mengerahkan korvet kelas Parchim, KRI Sultan Thaha Saifuddin-376 dan pesawat CN235-220 MPA, sementara Angkatan Laut India mengerahkan korvet Kelas Kora, yaitu INS Kulis-P63 dan INS Chetlat-T70, serta satu kapal serbu cepat.
Indonesia dan India berbagi kawasan perairan sepanjang kurang lebih 300 mil laut di Selat Malaka dan Laut Andaman. Dua perairan itu merupakan jalur utama pelayaran, termasuk untuk kapal-kapal niaga. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































