HANKAM

TNI AL Kirim Bantuan hingga 10 Ton ke Sumatra dan Halmahera

Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul
Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul memberikan keterangan terkait penyaluran bantuan dari alumni AAL angkatan 43 tahun 1997 di Kolinlamil, Jakarta, Kamis (15/1). (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – TNI AL melalui alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 43 tahun 1997 mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra dan Halmahera, Kamis (15/1). Bantuan diberangkatkan menggunakan KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 dari Kolinlamil, Jakarta.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan bantuan yang dikirim terdiri dari 7 hingga 10 ton atau 697 paket berisi makanan siap saji, mi instan, biskuit, serta kebutuhan lain yang dapat langsung digunakan masyarakat.

Baca Juga: Wamenhan Tinjau Persiapan Lanud Sultan Hasanuddin sebagai Pangkalan Utama TNI AU Indonesia Tengah

“Proses pengumpulannya cukup cepat, kurang lebih hanya sekitar lima hari sampai dengan satu minggu,” kata Tunggul.

Bantuan tersebut dibagi ke dua wilayah. Untuk Sumatra, bantuan disalurkan ke Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dengan melibatkan unsur TNI AL kewilayahan serta aparat setempat agar tepat sasaran.

Penyaluran bantuan
(IDM/Faisal Ramadhan)

Sementara untuk wilayah Halmahera, Maluku Utara, bantuan dikirim menggunakan KRI Dorang-874 yang telah berada di lokasi. Distribusi logistik dilaksanakan oleh Lanal Ternate ke wilayah Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Tunggul menjelaskan pihaknya berkoordinasi dengan BPBD serta masyarakat setempat agar bantuan tidak menumpuk di satu tempat dan bisa menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.

“Kita koordinasi di titik-titik mana yang paling memerlukan supaya tidak menumpuk di satu tempat sementara di tempat lain mengalami kekurangan,” ujarnya.

Baca Juga: Peningkatan Status, Lanud Haluoleo Diproyeksi Menjadi Main Operating Base

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana. “Walaupun tidak terlalu banyak, semoga dapat membantu saudara-saudara kita yang terdampak dan kehidupan mereka bisa kembali lebih baik,” katanya.

Selain itu, seluruh alumni AAL angkatan 43 turut berpartisipasi dalam pengumpulan bantuan yang dilakukan secara gotong royong. Proses pengiriman juga disesuaikan dengan jadwal KRI karena kapal tersebut akan digunakan untuk kegiatan latihan integrasi taruna wreda nusantara. Ia berharap bantuan dapat tiba di daerah sasaran dalam pekan ini. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.