TNI AL Kerahkan KRI dan KAL Evakuasi Korban Kebakaran Kapal KM Barcelona

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Laut mengerahkan satu KRI Pari-849 dan Kapal Angkatan Laut (KAL) Tedung Selar untuk mengevakuasi korban kebakaran kapal KM Barcelona.
Diketahui, KM Barcelona VA rute Talaud-Manado terbakar di sekitar perairan Talise, pada Minggu (20/7) sekira pukul 13.45 Wita.
Baca Juga: TNI AL dan India Tutup Patkor Indindo 2025 di Belawan
“Penyebab kebakaran masih dalam didalami. Sementara KM Barcelona lllA dan KM Venecian bergerak menuju lokasi. Unsur TNI AL yang terlibat dalam (operasi) search and rescue (SAR) KRI Pari dan KAL Tedung Selar,” ujar Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksdya Denih Hendrata dalam keterangan tertulis, Minggu (20/7).
Denih menambahkan seluruh korban sudah dievakuasi. Laporan dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado, terdapat 280 jiwa yang dievakuasi.
Baca Juga: Pasukan Taifib Jaga Pelabuhan Sorong Papua, Siaga Ancaman Kelompok Bersenjata
TNI AL melalui Lantamal VIII Manado juga mengajak nelayan sekitar untuk mengevakuasi korban.
Namun, Denih belum bisa memastikan penyebab kebakaran kapal. Informasi lebih lanjut akan disampaikan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































