HANKAM

TNI AL Kerahkan Kapal Perang Pantau Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

KRI Lepu-861
KRI Lepu-861 mendekati area erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Selasa (8/9). TNI AL menyiagakan unsur kapal perang dan personel SAR untuk memantau aktivitas gunung api serta mengamankan jalur pelayaran. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL menyiagakan kapal perang KRI Lepu-861 di perairan Selat Sunda, Selasa (8/9). Langkah ini untuk memantau erupsi Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan keamanan jalur pelayaran kapal yang melintas.

Dari jarak 1,5 mil laut, prajurit KRI Lepu-861 melaporkan gunung api tersebut masih terus menyemburkan abu vulkanik. Kabut tebal menyelimuti area gunung dengan jarak pandang tersisa sekitar 3 mil laut.

Baca Juga: Aksi Cepat Yonkav Paspampres Selamatkan VVIP dari Ancaman Bersenjata

Tinggi gelombang laut tercatat 0,5 sampai 1 meter dengan kecepatan angin 7-10 knot ke arah utara. Hujan abu vulkanik mengancam navigasi kapal karena sebarannya mencapai radius 6 mil laut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menegaskan jajarannya terus mengawal situasi Selat Sunda dari dekat.

Layar radar navigasi KRI Lepu-861
Layar radar navigasi KRI Lepu-861 memantau posisi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. (Foto: Dok. Dispenal)

"TNI AL menyiagakan unsur kapal perang dan personel Search and Rescue (SAR) atau pencarian dan pertolongan untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal.

Tak hanya patroli laut, personel gabungan dari Lanal Lampung, Lanal Banten, dan Brigif 4 Marinir menyisir perkampungan nelayan di pesisir. Petugas membagikan masker, rompi pelampung (swim vest), dan alat keselamatan melaut, sekaligus berkoordinasi dengan BPBD serta Basarnas.

Baca Juga: Dankodaeral IX Minta Pemuda Maluku Tengah Dibina Sejak Dini Buat Masuk TNI AL

Tunggul menambahkan aksi tanggap darurat ini merupakan arahan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

"Prajurit TNI AL harus selalu siap merespons kondisi darurat dan hadir memberi solusi bagi masyarakat yang terdampak," kata Tunggul.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.