HANKAM

TNI AL Jamin Keamanan Kapal Pengguna TSS Selat Sunda

TNI AL Jamin Keamanan Kapal Pengguna TSS Selat Sunda
Patroli di perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I) oleh Gugus Tempur Laut Koarmada I di Selat Sunda, Jumat (26/2/2021). /Dok. Dispen Koarmada I

Gugus Tempur Laut Koarmada I menggelar patroli di perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I), untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengguna regional dan internasional, akhir pekan lalu.

Pada patroli yang berlangsung Jumat (26/2/2021) tersebut, KRI Barakuda 633 dan KRI Tenggiri-865 mendeteksi kontak radar di perairan Selat Sunda. Pada pukul 15.30 WIB, kapal terdeteksi secara visual.

Setelah melaksanakan komunikasi radio, kapal tersebut diketahui merupakan kapal Research Survey Vessel Yuan Wang 6 berbendera China yang tengah melakukan pelayaran menggunakan hak lintas Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)  menuju Singapura.

Dalam komunikasinya, KRI Tenggiri-865 mengimbau agar kapal secara terus berlayar menggunakan Traffic Separation Scheme (TSS), serta selalu menyalakan Automatic Identification System (AIS) guna mempermudah pemantauan selama pelayaran di perairan yurisdiksi nasional. 

Selanjutnya KRI Tenggiri-865 melakukan shadowing terhadap Research Survey Vessel Yuan Wang 6 hingga menuju Laut Jawa.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I (Guspurla Koarmada I) Laksamana Pertama TNI Dato Rusman S.N. mengatakan, hak Lintas Alur Laut Kepulauan adalah berlayar dari satu bagian laut bebas atau zona ekonomi eksklusif (ZEE) melintasi perairan kepulauan sebuah negara menuju ke bagian lain dari laut bebas atau zona ekonomi eksklusif.

“Berlayar atau melakukan navigasi secara 'terus menerus', 'langsung’ serta 'secepat mungkin' baik itu untuk sekedar melewati suatu negara pantai, atau untuk menuju/dari pelabuhan yang ada di negara pantai tersebut telah diatur dalam UNCLOS 1982,” ujarnya melalui keterangan pers. 

Menurutnya, aturan internasional tersebut menjadi acuan bagi seluruh negara yang meratifikasinya, termasuk Indonesia melalui UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS 1982).

“Yang dilakukan KRI Tenggiri-865 merupakan bentuk pengawasan dan pengamanan terhadap kapal-kapal negara lain yang melintas di Perairan Indonesia, khususnya di Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I). Kapal-kapal yang melalui TSS Selat Sunda diimbau untuk mematuhi alur pembagi demi keamanan dan keselamatan pelayaran di Selat Sunda,” pungkasnya. [wan]

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.