HANKAM

TNI AL Geser Pesawat P-8301 ke Ambon, Perketat Pengawasan Perairan Timur

Prajurit Kodaeral IX
Prajurit Kodaeral IX menyambut kedatangan pesawat patroli CN235-220 MPA P-8301 di Bandara Pattimura, Ambon, Maluku, Sabtu (18/4) dalam rangka operasi siaga tempur laut Tameng Papua-26 tahap II. (Foto: Dok. Dispen Kodaeral IX)

Jakarta, IDM – TNI AL terus memperkuat pengamanan jalur maritim di wilayah timur Indonesia. Pesawat udara CN235-220 MPA dengan nomor lambung P-8301 mendarat di Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku, Sabtu (18/4).

Pengerahan pesawat intai binaan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) ini menjadi bagian penting dari operasi siaga tempur laut dengan sandi Tameng Papua-26 tahap II. Langkah tersebut bertujuan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan serta Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Pesawat di bawah kendali pilot Mayor Laut (P) Wisnu Akbar ini menempuh rute dari Sorong menuju Ambon. Burung besi ini singgah bermalam (Remain Over Night) untuk mempersiapkan misi patroli sektor yang mencakup area luas di perairan Maluku hingga Papua.

Baca Juga: TNI AL Kirim 3 Penerbang ke Turki, Belajar Jinakkan Pesawat dalam Kondisi Bahaya

CN235-220 MPA merupakan alutsista strategis yang mengusung perangkat deteksi canggih. Teknologi ini memungkinkan kru pesawat memantau segala bentuk aktivitas ilegal dari udara, mulai dari masuknya kapal asing tanpa izin hingga praktik pencurian ikan yang merugikan kedaulatan negara.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Kolonel Laut (KH) Rohman Arif, menyebut kehadiran unsur udara ini sangat krusial untuk memperluas jangkauan radar pemantauan. Menurutnya, kecepatan respon menjadi kunci utama dalam menjaga wilayah perairan timur.

"Pesawat udara P-8301 ini untuk meningkatkan efektivitas pengawasan maritim, mencegah segala bentuk pelanggaran wilayah di jalur-jalur rawan," ujar Rohman dalam keterangannya, dikutip Senin (20/4).

Baca Juga: Latihan Pemeliharaan PUO, Danyonbekang 2: Parasut adalah Nyawa bagi Prajurit Lintas Udara

Ia menambahkan, pengerahan alutsista ini tidak hanya soal patroli rutin, melainkan upaya nyata penegakan hukum di laut. "Kehadiran unsur udara ini menjamin keamanan jalur pelayaran strategis melalui direktif operasi yang telah ditentukan oleh komando atas," ungkapnya.

Setelah merampungkan koordinasi di Ambon, pesawat patroli maritim milik TNI AL ini mengangkasa kembali untuk menyisir sektor-sektor kritis di wilayah perairan Indonesia Timur. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.