TNI AL Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana

JAKARTA (IDM) – Serangkaian musibah dan bencana alam melanda Indonesia di awal 2021. Dari insiden kecelakaan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak (Kalimantan Barat) di perairan Pulau Laki (Kepulauan Seribu), gempa bumi yang mengguncang Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat, juga Sulawesi Utara, hingga air bah yang menyapu sebagian Kalimantan Selatan.
Di Pulau Jawa, tanah longsor terjadi di Sumedang dan banjir bandang di Bogor, Jawa Barat, dan gejala alam lain di beberapa wilayah di Tanah Air.
Untuk itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., menghimbau seluruh Pimpinan Kotama untuk menggelar doa bersama secara serentak selepas shalat Jumat (22/1).
Menindaklanjuti hal tersebut, Panglima Koarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., yang sedang on board di KRI Semarang-594 dalam rangka acara tabur bunga di laut bersama keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Pulau Laki (Kepulauan Seribu) memanfaatkan momen tersebut untuk menggelar doa bersama.
Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Mako Koarmada I. Personel yang beragama Islam melakukan doa bersama di Masjid Al Muttaqin. Yang beragama Nasrani di Gereja Bahtera Kasih, dan yang bergama Hindu di Pura Graha Santhi.
Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M. mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Kasal untuk menggelar doa bersama. Doa dipanjatkan untuk para korban agar amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan.
"Bagi masyarakat yang dilanda bencana gempa dan banjir yang masih bertahan di tempat pengungsian agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan, serta kesabaran. Semoga bencana yang terjadi di beberapa daerah wilayah Indonesia akhir-akhir ini segera berakhir dan kita bisa bangkit kembali," ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam menghadapi berbagai bencana tersebut, TNI AL telah turun langsung ke lapangan untuk membantu korban bencana baik sebagai tenaga SAR (search and rescue—tim pencari dan penyelamat), tenaga kesehatan, maupun bergerak dalam penyaluran bantuan ke lokasi bencana dengan menggunakan KRI.
"Semoga apa yang kita lakukan dapat membantu dan meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah," tuturnya. [issa/wan]
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































