TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3 Senjata Api dan Puluhan Amunisi ke Papua

Jakarta, IDM - TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan senjata api rakitan kaliber 5,56 beserta 58 butir amunisi yang dibawa salah satu pelaku dari penumpang KM Sirimau di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Minggu (12/11).
Dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (21/11), kronologi kejadian berawal pada pukul 23.00 WIT ketika para calon penumpang KM Sirimau embarkasi ke dalam kapal. Kemudian, barang bawaan penumpang diperiksa.
Pukul 23.40 WIT, pelaku berinisial JL menuju ke dermaga membawa tas pikulan belakang. Tas tersebut terasa berat sehingga anggota memeriksa isi tas dan mendapati tiga pucuk senjata rakitan.
Baca Juga: TNI AL Siapkan KRI untuk Kirim Logistik Pemilu ke Pulau Terluar
Ketiga senjata tersebut dibungkus kantong plastik hitam dan dimasukan ke dalam tas gendong berwarna cokelat.
Pascatiga senjata tersebut diamankan, kemudian dilakukan penggeledahan lanjutan dan ditemukan 58 butir amunisi tajam kaliber 5,56 yang dibungkus dengan kertas berwarna putih.

Selain itu, barang-barang lainnya yang diamankan termasuk uang sebesar Rp554.000, ponsel merk HP Oppo A95, satu buah buku tabungan, kartu ATM, kartu tanda keanggotaan, dan tas warna cokelat.
Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti yang diamankan tersebutdibawa menuju Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) untuk dimintai keterangan terkait kepemilikan senjata rakitan.
Baca Juga: KSAU Hadiri Exit Briefing dan Penyerahan Memorandum Jelang Sertijab Panglima TNI
Dalam keterangan yang diterima, pelaku mendapatkan senjata tersebut dari MS yang tinggal di Desa Kokroman, Maluku Tengah. Menurut pengakuannya, senjata tersebut milik kakak kandungnya atas nama OL (almarhum) di Desa Haria.
Namun, setelah meninggal pada 2012, senjata tersebut di bawa oleh MS dari Desa Haria menuju Desa Kokroman untuk disimpan di belakang lemari pakaian.
Pelaku menyampaikan, senjata rakitan tersebut akan dibawa dari Ambon ke Nabire untuk diberikan kepada Manis (nama samaran) di Kampung Nabarua, Nabire untuk dijual dengan harga per pucuk sebesar Rp100.000.000. Sedangkan munisi akan dijual per butir seharga Rp100.000. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































