HANKAM

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal di Perairan Bangka

KRI Todak-631
KRI Todak-631 menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di perairan timur Selat Bangka, Rabu (14/1). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di perairan timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/1).

Gagalnya usaha penyelundupan ini berawal hasil deteksi KRI Todak-631 yang tengah melaksanakan Operasi BKO Guskamla I terhadap kapal yang dicurigai sedang melakukan aktivitas ilegal.

Baca Juga: 501 Siswa Setukba TNI AU Rampungkan Pendidikan di Lanud Adi Soemarmo

Kecurigaan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui patroli laut terpadu yang melibatkan unsur KRI Todak-631, Satlap Tri Cakti (Halilintar), dua unit rigid buoyancy boat (RBB) TNI AL, Satgas Sintelal, serta Bea Cukai Pangkal Pinang dan Binda Pangkal Pinang.

Hasil operasi tersebut, satu unit kapal nelayan beserta empat orang anak buah kapal (ABK) berhasil diamankan TNI AL.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan muatan bijih timah ilegal seberat 25 ton atau sekitar 500 kampil dengan nilai mencapai Rp 12, 5 miliar.

“Diduga akan diselundupkan ke Malaysia. Seluruh barang bukti dan para pelaku selanjutnya diamankan untuk proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tulis keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut, Kamis (15/1).

Baca Juga: KSAL: TNI AL Harus jadi Kekuatan Laut dengan Daya Tangkal Tinggi

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan TNI AL akan selalu hadir dalam menegakkan hukum di laut, serta melindungi sumber daya alam nasional dari praktik ilegal yang merugikan negara.

TNI AL akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan laut, khususnya di wilayah perairan rawan pelanggaran, sebagai bagian dari implementasi tugas pokok menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.