HANKAM

TNI AL Dukung Makan Bergizi Gratis, Tiap Dapur Akan Siapkan 3000 Porsi

KSAL.
KSAL Laksamana Muhammad Ali saat meninjau dapur umum Batalyon Perbekalan (Yonbekpal) di Pasmar 1, Jakarta, Jumat (20/12) lalu. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL akan menyiapkan sekitar 3000 porsi makanan bergizi gratis di 10 titik wilayah Indonesia yang baru akan dimulai pada pekan depan, Senin (13/1).

"Rencananya akan melibatkan sekitar 3000 anak per masing-masing (10 titik) wilayah," ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hadi kepada Indonesia Defense Magazine, Jakarta, Selasa (7/1).

Adapun untuk satu porsi paket makanan senilai Rp10.000 dengan gizi yang terbilang cukup lengkap, terdiri dari menu karbohidrat (nasi) hingga lauk pauk sumber protein (daging dan susu) serta serat (sayur dan buah).

Baca Juga: Pekan Depan, TNI AL Mulai Gelar Makan Bergizi Gratis di 10 Titik

"Untuk lauk bervariasi bisa ikan, ayam, dan telur, disesuaikan dengan kemampuan satuan di daerah," kata Wira.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyebutkan TNI AL akan memanfaatkan budidaya ikan di sejumlah Pangkalan Angkatan Laut (Lantamal) untuk menambah variasi lauk pada program makan bergizi gratis.

"Yang paling utama di seluruh lantamal adalah keramba-keramba ikan. Nantinya, ikan harapannya bisa menjadi lauk dari makan bergizi, karena ikan kita tahu gizinya sangat tinggi," ujar Ali, di Jakarta, Jumat (3/1) lalu.

Budidaya ikan ini memang termasuk salah satu program kerja TNI AL dalam pembinaan potensi maritim (Binpotmar) melalui program Kampung Bahari Nusantara. Adapun tercatat sejak 2019, TNI AL memiliki 212 Kampung Bahari Nusantara yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui budidaya ikan yang dilakukan di beberapa Lantamal dan memanfaatkan masyarakat nelayan di Kampung Bahari Nusantara, Ali berharap TNI AL mampu mendukung program makan gratis dengan menambah lauk ikan agar anak-anak mendapatkan gizi yang lebih tinggi.

Baca Juga: TNI Didik 2.000 Personel di Akmil dan Pussenif untuk Sarjana Penggerak Pembangunan

"Kita tentu kerjasama dengan binas perikanan setempat, yaitu mereka mempunyai program gemar makan ikan, dan ini kita padukan dengan mereka," imbuhnya.

TNI AL akan melaksanakan makan bergizi gratis di 10 titik wilayah Indonesia yang masing-masing diselenggarakan oleh Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI , Makassar, Sulawesi Selatan; Lanal Malang, Jawa Timur; Lanal Biak, Papua; Sekolah Staf Komando Angkatan Laut (Seskoal).

Kemudian, Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar); Brigif 1 Marinir; Brigif 2 Marinir; Brigif 4 Marinir; Resimen Bantu Tempur (Menbapur) 2 Marinir; dan Batalyon Infanteri (Yonif) 8 Marinir. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.