TNI AL Dirikan Kampung Bahari Nusantara di Cianjur

Jakarta, IDM - TNI AL sedang mendirikan Kampung Bahari Nusantara di pemukiman warga wilayah Cianjur, Jawa Barat yang terdampak gempa bumi magnitudo 5.4, pada Senin (22/11) lalu.
Dikutip dari keterangan Pasmar 1, Rabu (7/12), pembangunan Kampung Bahari Nusantara dilaksanakan secara bertahap sampai nantinya diseragamkan. Di dalam Kampung Bahari Nusantara, akan dibangun sekitar 40 unit tenda pengungsian. Saat ini, baru dikerjakan 20 unit.

Di dalam Kampung Bahari Nusantara terdapat fasilitas ibadah, yaitu masjid yang dibangun secara gotong royong oleh prajurit Satgas TNI AL Peduli Cianjur dengan masyarakat sekitar untuk digunakan sebagai tempat ibadah dan kelas belajar bagi anak-anak di pengungsian.
Tidak hanya itu, Kampung Bahari Nusantara juga dilengkapi dengan fasilitas umum lainnya, seperti tenda kesehatan, kamar mandi, toilet, dan tempat untuk mencuci.
Baca: Perpindahan Koarmada I, Wakil KSAL: Antisipasi Gangguan Keamanan di Selat Malaka
Nantinya, Kampung Bahari Nusantara akan diupayakan sebagai kampung binaan TNI AL di Kabupaten Cianjur sehingga diharapkan mampu membantu masyarakat sekitar untuk memulihkan kehidupan seperti semula, sebelum dilanda gempa bumi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































