TNI AL dan Singapura Perkuat Pengamanan Selat Malaka

Jakarta, IDM – Sejumlah kerja sama strategis dimatangkan antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura dalam Navy to Navy Talks (NTNT) ke-15 yang digelar di Surabaya, Kamis (9/10).
Pada pertemuan tersebut, delegasi TNI AL dipimpin Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan. Sementara delegasi Angkatan Laut Singapura oleh Kepala Operasi Kolonel Ooi Tjin Kai.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan seluruh pembahasan diarahkan untuk memperkuat pengamanan di dua jalur pelayaran paling sibuk di dunia.
Baca Juga: Atase Pertahanan Australia Kunjungi Kopassus Bahas Latma dan Pendidikan Militer
“Fokus utama NTNT ke-15 adalah memperkuat kerja sama bilateral di Selat Singapura dan Selat Malaka guna menjaga keamanan maritim di kawasan,” kata Tunggul, saat dihubungi Indonesia Defense Magazine, di Jakarta, Jumat (10/10).
Selain penguatan koordinasi operasional, TNI AL dan Angkatan Laut Singapura juga menyepakati kelanjutan kerja sama di bidang pendidikan.
“Bentuk kerja sama konkret yang telah berjalan dan akan terus dikembangkan ke depan adalah pertukaran perwira menengah berpangkat Mayor untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal),” lanjutnya.
Kehadiran Komandan KRI Ardadedali-404 Mayor Laut (P) Khoirul Hadi Prayitno dalam forum ini turut menjadi simbol kedekatan komunitas kapal selam kedua negara.
Baca Juga: Lanud J.A. Dimara Tanam 530 Bibit Jeruk, Danlanud: Dapat Berikan Dampak Positif Bagi Masyarakat
“Kehadiran Komandan KRI Ardadedali bertujuan mempererat persahabatan komunitas kapal selam antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura,” ujar Tunggul.
Ia menambahkan, penguatan kerja sama bilateral antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura dalam NTNT ke-15 ini selaras dengan kebijakan KSAL Laksamana Muhammad Ali.
“Sesuai dengan kebijakan KSAL, membangun jejaring pertahanan maritim yang saling menguntungkan serta mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto menjadikan Indonesia sebagai kekuatan laut berdaulat yang diperhitungkan di kawasan,” pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































