TNI AL dan Naval Bahas Rencana Pangkalan Kapal Selam untuk Scorpene Evolved

Jakarta, IDM – TNI AL dan Naval Group, Prancis membahas sejumlah rencana untuk persiapan pembangunan dua unit Scorpene Evolved, salah satunya adalah terkait pangkalan untuk penempatan kapal selam tersebut.
Dikutip dari keterangan Dispenal, pembahasan mengenai pangkalan untuk Scorpene Evolved serta strategi pemenuhan kebutuhan logistik disampaikan oleh Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda Eko Sunarjanto dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Rabu (11/9).
Baca Juga: KSAL: Pembangunan Kekuatan Kapal Selam untuk TNI AL Semakin Mendesak
Selain itu, Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) KSAL Laksamana Muda Tri Harsono juga membicarakan terkait strategi pemenuhan senjata, komunikasi, dan elektronika serta fasilitas pendukung kapal selam Scorpene Evolved.
Selanjutnya, Asisten Personalia (Aspers) KSAL Laksamana Muda P Rahmad Wahyudi juga memaparkan mengenai strategi pemenuhan kebutuhan personel pengawak kapal selam. Kemudian, Profesor Agus Purwanto yang turut hadir dalam acara itu membahas penggunaan teknologi Lithium Ion Battery (LiB) pada Scorpene Evolved.
Sementara dari Naval Group, VP Bid and Development Submarine Division Antoine Garreta memaparkan rencana konsep pengembangan kapal selam Scorpene Evolved dan Submarine Business Development Senior Manager Commander Anthony Covarrubias membahas kesinambungan operasional kapal selam Indonesia dengan solusi berdaulat.
KSAL Laksamana Muhammad Ali yang juga hadir dalam acara FGD tersebut menekankan pembangunan kekuatan kapal selam TNI AL menjadi semakin penting dan mendesak, seiring perubahan lingkungan strategis di tataran global maupun regional yang sangat cepat dan kompleks.
Terlebih, untuk menuju Indonesia Emas 2045 dibutuhkan kekuatan angkatan laut yang mampu menghadapi berbagai tantangan strategis di masa depan. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara dengan geografis kepulauan yang memiliki ketangguhan politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan nasional sebagai poros maritim dunia.
Baca Juga: Pushidrosal Luncurkan Aplikasi untuk Pemetaan Batimetri di Perairan Indonesia
"Oleh karena itu, kita harus menyatukan tekad untuk mewujudkan TNI AL yang modern, berdaya gentar kawasan dan berproyeksi global," ujar Ali.
Lebih lanjut, Ali menyampaikan untuk mencapai visi pembangunan TNI AL tersebut, salah satu transformasi yang krusial adalah pembangunan kekuatan kapal selam. "Pada prinsipnya, kekuatan yang akan dibangun terdiri dari aspek material, personel, fasilitas, dan organisasi," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































