TNI AL dan Militer Italia Duet Awaki Kapal Induk Garibaldi Menuju RI

Jakarta, IDM - Proses kedatangan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi ke Indonesia bakal melibatkan kolaborasi langsung antarmiliter. TNI AL menggandeng Angkatan Laut Italia untuk menerapkan skema pengawakan bersama (joint crew) saat membawa pulang kapal perang raksasa tersebut.
Pendampingan dari personel Angkatan Laut Italia ini tidak hanya berlaku selama pelayaran melintasi samudra. Mereka bakal tetap bersanding dengan prajurit TNI AL di Indonesia untuk mengawal proses transisi pengoperasian kapal induk secara bertahap.
"Kemudian sampai di Indonesia akan terus dilaksanakan serah terima sampai 100 persen pengawakan dari prajurit TNI AL," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Senin (13/7).
Baca Juga: Bukan Jakarta, Pangkalan Lampung Disiapkan TNI AL Buat Sandar Kapal Induk Garibaldi
Menariknya, persiapan intensif para personel yang tengah berjalan di luar negeri ini diikuti dengan perombakan infrastruktur di dalam negeri. TNI AL mengebut pengembangan fasilitas labuh dan sandar agar seimbang dengan target operasional jangka panjang kapal induk Garibaldi.
Tunggul membenarkan, fokus TNI AL saat ini tidak cuma terbagi pada pembinaan kemampuan awak, melainkan juga pengerjaan fisik pangkalan penampung di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lampung.
"Jadi, fasilitas sandar ini tidak hanya dermaga, namun juga terkait dengan fasilitas tambat, listrik, and fasilitas-fasilitas pendukung yang lainnya," terang Tunggul.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Minta Pengawasan terhadap Prajurit Yonif TP Ditingkatkan
Lebih rinci, pangkalan di Lampung bakal mendapat pasokan jaringan listrik tegangan tinggi di area dermaga untuk menyuplai daya darat (shore power). TNI AL juga memasang sistem tambat khusus untuk menahan guncangan kapal berbobot 14.150 ton tersebut.
Untuk kesiapan awaknya sendiri, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali sebelumnya memastikan TNI AL mengirim 100 personel pilihan ke Italia. Pasukan ini merupakan gabungan tim satuan tugas inti dan barisan pengawak pendahulu (advance crew).
"Untuk kesiapan mengawaki kapal induk, kita menyiapkan 100 orang," kata Ali di Seskoal, Cipulir, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: TNI AL Beberkan Fasilitas Khusus Pangkalan Lampung demi Kapal Induk Garibaldi
Para personel pendahulu tersebut dijadwalkan terbang ke Italia untuk langsung menjalani latihan intensif di atas kapal induk sebelum ikut berlayar membawa kapal sepanjang 180,2 meter itu ke Indonesia.
Rencana sebaran pangkalan di Lampung ini sebelumnya sempat terungkap saat Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya Denih Hendrata meninjau lokasi pada Sabtu (4/7). Saat itu, Denih mengecek proyek pelebaran dermaga sekaligus memplot Pulau Kelagian sebagai pos depan pengamanan Selat Sunda.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menargetkan proses hibah kapal pembawa wahana udara nirawak (drone) dan helikopter ini rampung tahun ini. Pemerintah menggelontorkan dana hingga 450 juta dolar AS atau sekitar Rp7,6 triliun untuk modernisasi dan retrofit kapal tersebut, di luar anggaran 550 juta dolar AS untuk pengadaan helikopter pendukung. Kapal induk penjelajah ini ditargetkan sudah memperkuat armada maritim nasional sebelum upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































