TNI AL dan Filipina Satukan Marinir–Pasukan Katak di Forum Khusus

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Filipina sepakat membentuk forum khusus untuk satuan elite mereka. Kesepakatan tersebut lahir dalam pertemuan Navy to Navy Cooperation Meeting (NTNCM) ke-17 di Manila, Filipina, Kamis (16/7).
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan bersama Kepala Staf Markas Besar Angkatan Laut Filipina Laksda Edwin M. Nera memimpin langsung jalannya forum bilateral tersebut. Kedua petinggi militer ini sepakat membentuk kelompok kerja (working group) untuk mewadahi kolaborasi antara Korps Marinir dan pasukan katak kedua negara.
Baca Juga: TNI AD Ungkap Kronologi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
Melalui wadah baru ini, kedua angkatan laut berkomitmen untuk konsisten menjaga keamanan maritim di kawasan. Fokus utama mereka adalah memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan laut.
"Kedua angkatan laut sepakat untuk konsisten menjaga keamanan maritim di kawasan dan perbatasan laut, termasuk membentuk kelompok kerja bagi Korps Marinir dan pasukan katak," tulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam keterangan resminya, Kamis (16/7).
Selain kerja sama pasukan elite, Yayan dan Edwin juga menyepakati program di bidang pendidikan. Kedua pihak bakal menggelar pertukaran taruna dan bintara tinggi, serta mengirimkan para perwira muda untuk belajar di atas kapal kombatan (combatant ship).
Dispenal menyatakan, program pertukaran ini bertujuan meningkatkan koneksi antarpribadi (people-to-people connection). Langkah ini menyasar para calon pemimpin angkatan laut serta pengawak senior alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Baca Juga: Menuju Darwin, 5 Pesawat T-50i TNI AU Siap Ikuti Latihan Multinasional Pitch Black 2026
Setelah agenda NTNCM selesai, Yayan kemudian melangsungkan pertemuan terpisah. Yayan diterima langsung oleh KSAL Filipina Laksdya Jose Ezpeleta.
Dalam pertemuan lanjutan tersebut, Jose menyampaikan terima kasih secara langsung kepada TNI AL. Pihak Filipina mengapresiasi asistensi TNI AL dalam proyek pembuatan kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































