TNI AL dan Basarnas Beri Pembekalan Latihan SAR di Laut

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Armada I bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) menggelar latihan pembekalan search and rescue laut Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (29/4).
Sejumlah pemateri dari Basarnas dikerahkan untuk mengampu latihan untuk personel di lingkungan Lantamal XII Pontianak. Adapun sejumlah informasi yang diberikan terkait proses yang harus dikuasai untuk melakukan evakuasi korban dan prosedur evakuasi.
Baca Juga: Bakamla Gelar ASEAN Coast Guard Forum 2024
"Serta pentingnya pedoman selama pelaksanaan latihan pencarian dan penyelamatan di laut," tulis keterangan resmi dari Dispenal, Kamis (02/05).
Selain materi dari Basarnas, perwakilan Lantamal XII Pontianak juga memberikan materi dan praktik tentang pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan di laut dalam konteks pelaksanaan SAR.
Baca Juga: Pushidrosal: Indonesia Tetapkan Target Penataan Kabel Bawah Laut dalam 20 Tahun
Adapun latihan Basarnas merupakan wujud dari program prioritas KSAL, Muhammad Ali dalam meningkatkan sumber daya manusia yang kaya memiliki pengetahuan mumpuni terkait SAR di laut. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































