HANKAM

TNI AL dan Australia Siapkan Standar Tempur Baru di Indo-Pasifik

Waasops KSAL Laksma Mochammad Riza
Waasops KSAL Laksma Mochammad Riza (kanan) memimpin pertemuan Maritime Operations Working Group 2026 bersama Atase Laut Australia Captain Mark Daly di Mabesal, Jakarta, Selasa (28/4). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Australia tengah merancang standar tempur baru untuk memperkuat keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Langkah strategis ini dibahas dalam forum Maritime Operations Working Group 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (28/4).

Forum mempertemukan para petinggi operasi kedua negara. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Waasops KSAL) Laksma Mochammad Riza. Sementara itu, pihak Australia dipimpin oleh Panglima Komponen Maritim Pasukan Gabungan Komodor Troy Van Tienhoven, didampingi Atase Laut Australia Kapten Mark Daly.

Baca Juga: Mengenal Operasi “Water Bombing”, Keahlian Utama Penerbang TNI AD

Fokus utama diskusi ini adalah meningkatkan interoperabilitas, yakni kemampuan teknis dan taktis kedua angkatan laut agar dapat bekerja sama secara padu dalam sebuah operasi maritim. Dengan sinkronisasi ini, kedua pasukan diharapkan memiliki kesamaan prosedur saat menghadapi ancaman nyata di laut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, menjelaskan forum ini merupakan wadah krusial untuk mematangkan rencana latihan bersama yang lebih kompleks di masa depan.

"TNI AL dan Australia berkomitmen mempererat hubungan profesional melalui penguatan stabilitas keamanan maritim. Forum ini sangat penting untuk membahas rencana kegiatan bersama guna meningkatkan kemampuan tempur dan interoperabilitas prajurit di kawasan Indo-Pasifik," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (29/4).

Baca Juga: TNI Beri Penghormatan Terakhir ke Kopda Anumerta Rico Pramudia

Tunggul menambahkan, penguatan kerja sama bilateral ini searah dengan instruksi KSAL Laksamana Muhammad Ali yang menekankan agar seluruh prajurit TNI AL terus mengasah kemampuan demi mewujudkan kekuatan yang profesional, modern, dan mampu bersaing di level global.

Pertemuan yang digelar secara hibrida, gabungan tatap muka dan konferensi video ini juga menjadi ajang pertukaran informasi strategis. Selain membahas taktik, kedua negara juga menyelaraskan pandangan dalam menjaga jalur perdagangan internasional dari berbagai gangguan keamanan maritim. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.