TNI AL-Brunei Buka-bukaan Peluang Kerja Sama, dari Latihan sampai Pendidikan

Jakarta, IDM – TNI AL terus memperkuat taring diplomasi di kawasan Asia Tenggara. Kali ini, TNI AL menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis dengan Tentera Laut Diraja Brunei (TLDB) lewat pertemuan ke-10 Naval Working Group (NWG) di Brunei Darussalam, 2–4 Februari.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menjelaskan, pertemuan ini menjadi ajang penting bagi kedua negara untuk meningkatkan keselarasan operasi di laut.
Menurutnya, TNI AL dan TLDB sepakat memperluas kolaborasi di berbagai sektor militer.
Baca Juga: Kasdam Cenderawasih Resmi Tutup Pendidikan Tamtama Infanteri, 396 Prajurit Dilantik
"TNI AL dan TLDB membahas isu strategis serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari bidang latihan, pendidikan, hingga pengembangan kapasitas personel angkatan laut," ungkap Tunggul dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/2).
Tunggul menambahkan, delegasi TNI AL yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz fokus pada peningkatan kemampuan pertukaran pandangan profesional. Langkah ini bertujuan agar kedua angkatan laut memiliki standar yang sama saat menghadapi tantangan di perairan kawasan.
"Aksi nyata ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali serta kebijakan Presiden Prabowo Subianto, untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan melalui diplomasi angkatan laut yang aktif," ujarnya.
Selama ini, hubungan kedua angkatan laut memang sudah terjalin sangat erat melalui berbagai program nyata. Kedua negara rutin menggelar latihan bersama Helang Laut yang mengasah kemampuan tempur dan prosedur kerja sama taktis kapal perang di samudera.
Baca Juga: TNI AL Turun Tangan Petakan Laut buat Proyek Giant Sea Wall
Selain itu, TNI AL dan TLDB aktif mengirimkan perwira untuk menempuh pendidikan di sekolah staf dan komando masing-masing negara sebagai upaya memperkuat ikatan emosional dan profesionalisme.
Tidak hanya di kelas dan latihan tempur, kedua pihak juga bersinergi melalui patroli terkoordinasi untuk mengamankan wilayah perbatasan laut. Kerja sama ini terbukti ampuh mencegah tindak kriminalitas lintas negara, seperti pencurian ikan dan penyelundupan.
Melalui forum NWG ke-10 ini, TNI AL memastikan sinergi dengan Brunei Darussalam akan semakin solid demi mewujudkan kawasan maritim yang aman dan kondusif bagi semua negara. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































