TNI AL Bicara Pertahanan Dasar Laut di Swedia, Bahas Kabel-Pipa Bawah Air

Jakarta, IDM – TNI AL kembali unjuk gigi dalam forum pertahanan laut internasional. Perwakilan TNI AL menghadiri kegiatan Navy Tech and Seabed Defense 2026 di Gothenburg, Swedia, untuk membedah teknologi canggih pertahanan dasar laut.
Kepala Pusat Olah Yudha Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Kolonel Laut (P) Bagus Jatmiko, tampil langsung sebagai pembicara dalam forum yang berlangsung pada 3-5 Februari tersebut.
Dalam paparannya, Bagus menyoroti pentingnya perlindungan infrastruktur bawah laut yang sangat vital bagi kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Kasdam Cenderawasih Resmi Tutup Pendidikan Tamtama Infanteri, 396 Prajurit Dilantik
"Paparan tersebut membahas pentingnya perlindungan infrastruktur bawah laut atau Critical Underwater Infrastructure (CUI) seperti kabel dan pipa bawah laut, serta urgensi meningkatkan kapabilitas pengawasan dan peperangan bawah air," tulis keterangan resmi TNI AL mengutip materi Bagus Jatmiko, Kamis (5/2).
Bagus menekankan, pengamanan 'nadi bawah laut' ini menjadi tantangan besar, terutama di wilayah selat-selat penting dunia yang Indonesia awasi, seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok.
Forum ini sendiri mempertemukan pakar militer, industri pertahanan, dan akademisi dunia untuk membedah sensor bawah air hingga strategi perang dasar laut.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menegaskan, kehadiran TNI AL dalam forum dunia ini merupakan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
"Bapak KSAL menginstruksikan penguatan kemampuan TNI AL untuk menjaga keamanan laut nasional di posisi strategis Indonesia," terangnya.
Langkah aktif TNI AL di Swedia ini memastikan Indonesia tetap berada dalam radar perkembangan teknologi militer maritim global, terutama dalam mengamankan infrastruktur penting di dasar samudra. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































